- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
KONI Kaltim Tegaskan Larangan Mutasi Atlet untuk Porprov VIII 2025

Analognews.id, Samarinda – Dalam persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur yang akan digelar pada 2025, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim mengambil langkah tegas dengan melarang mutasi atlet. Kebijakan ini bertujuan memberi peluang lebih besar kepada atlet lokal untuk berkembang dan mengurangi ketergantungan pada atlet luar daerah.
Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, menegaskan bahwa semua kabupaten dan kota tidak diperbolehkan lagi menggunakan atlet hasil mutasi. “Kami sudah sepakat tidak ada lagi mutasi atlet. Kabupaten dan kota tidak boleh lagi memakai tenaga atlet mutasi,” tegas Rusdiansyah, Jumat (22/11/2024).
Baca Lainnya :
- KONI Kaltim Sukses Gelar Pelatihan Nasional untuk Pelatih Fisik Level 10
- Berlangsung Pra POPNAS Wilayah IV: Sepak Bola dan Voli Putra Kaltim Melaju ke Babak Krusial0
- Pengurus KONI Berau Periode 2024-2028 Resmi Dilantik0
- Dispora Kaltim Optimis Loloskan Semua Cabor di Pra-Popnas Zona IV 0
- Balikpapan Allstar U13 Raih Trofi Juara di Piala Gubernur Kaltim 20240
Namun, atlet yang telah berkompetisi di tingkat Pekan Olahraga Nasional (PON) tetap diizinkan untuk mengikuti Babak Kualifikasi (BK) Porprov. Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme pelatih dalam proses pembinaan atlet.
"Tugas besar itu, seorang pelatih kompetensinya harus jelas, jadi tidak lagi otodidak," tambahnya.
Meski Kaltim konsisten berada di 10 besar pada PON, termasuk pada PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatra Utara, persiapan menuju Porprov VIII 2025 tetap menjadi perhatian utama. Rusdiansyah menekankan perlunya peningkatan pembinaan dan pelatihan atlet lokal agar tetap kompetitif di ajang nasional maupun provinsi.
“Faktanya, Kaltim tidak pernah keluar dari 10 besar sejak menjadi tuan rumah PON pada 2008. Namun, kita harus lebih maksimal untuk Porprov ini,” tutupnya.
Dengan kebijakan ini, KONI Kaltim berharap dapat menciptakan ekosistem olahraga yang mendukung perkembangan atlet-atlet lokal, sekaligus memastikan kesiapan kontingen daerah dalam menghadapi kompetisi olahraga di tingkat provinsi dan nasional. (adv).










.jpg)
