- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
KONI Kaltim Tegaskan Larangan Mutasi Atlet untuk Porprov VIII 2025

Analognews.id, Samarinda – Dalam persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur yang akan digelar pada 2025, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim mengambil langkah tegas dengan melarang mutasi atlet. Kebijakan ini bertujuan memberi peluang lebih besar kepada atlet lokal untuk berkembang dan mengurangi ketergantungan pada atlet luar daerah.
Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, menegaskan bahwa semua kabupaten dan kota tidak diperbolehkan lagi menggunakan atlet hasil mutasi. “Kami sudah sepakat tidak ada lagi mutasi atlet. Kabupaten dan kota tidak boleh lagi memakai tenaga atlet mutasi,” tegas Rusdiansyah, Jumat (22/11/2024).
Baca Lainnya :
- KONI Kaltim Sukses Gelar Pelatihan Nasional untuk Pelatih Fisik Level 10
- Berlangsung Pra POPNAS Wilayah IV: Sepak Bola dan Voli Putra Kaltim Melaju ke Babak Krusial0
- Pengurus KONI Berau Periode 2024-2028 Resmi Dilantik0
- Dispora Kaltim Optimis Loloskan Semua Cabor di Pra-Popnas Zona IV 0
- Balikpapan Allstar U13 Raih Trofi Juara di Piala Gubernur Kaltim 20240
Namun, atlet yang telah berkompetisi di tingkat Pekan Olahraga Nasional (PON) tetap diizinkan untuk mengikuti Babak Kualifikasi (BK) Porprov. Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme pelatih dalam proses pembinaan atlet.
"Tugas besar itu, seorang pelatih kompetensinya harus jelas, jadi tidak lagi otodidak," tambahnya.
Meski Kaltim konsisten berada di 10 besar pada PON, termasuk pada PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatra Utara, persiapan menuju Porprov VIII 2025 tetap menjadi perhatian utama. Rusdiansyah menekankan perlunya peningkatan pembinaan dan pelatihan atlet lokal agar tetap kompetitif di ajang nasional maupun provinsi.
“Faktanya, Kaltim tidak pernah keluar dari 10 besar sejak menjadi tuan rumah PON pada 2008. Namun, kita harus lebih maksimal untuk Porprov ini,” tutupnya.
Dengan kebijakan ini, KONI Kaltim berharap dapat menciptakan ekosistem olahraga yang mendukung perkembangan atlet-atlet lokal, sekaligus memastikan kesiapan kontingen daerah dalam menghadapi kompetisi olahraga di tingkat provinsi dan nasional. (adv).










.jpg)
