Ketegangan Antara Pendidikan dan Perlindungan Anak, Kekhawatiran Anggota DPRD Kaltim

By Redaksi 27 Nov 2024, 09:27:11 WIB DPRD Kaltim
Ketegangan Antara Pendidikan dan Perlindungan Anak, Kekhawatiran Anggota DPRD Kaltim

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono. (Foto: Ist)


ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Sapto Setyo Pramono, mengungkapkan keresahannya terkait penyalahgunaan aturan perlindungan anak yang justru merugikan proses pendidikan di sekolah. 

Menurutnya, tren pelaporan orang tua terhadap guru yang dianggap memberikan hukuman disiplin kepada siswa semakin marak, dan ini menjadi masalah yang mengancam efektifitas pembelajaran.

“Sekarang banyak kasus ketika anak salah, orang tua malah melapor, dan gurunya yang dipolisikan,” ujar Sapto, dengan nada terheran. 

Baca Lainnya :

Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini menyoroti betapa perubahan sikap orang tua terhadap disiplin di sekolah sangat berbeda dibandingkan dengan masa lalu, ketika guru memiliki kebebasan dalam mendidik dan memberikan hukuman yang dianggap wajar. 

Hukuman sederhana seperti berdiri di depan kelas atau membersihkan papan tulis menjadi bagian dari proses belajar yang bertujuan membentuk karakter siswa. 

“Dihukum atau di-strap itu hal biasa. Dari situ kita belajar untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama,” tambahnya. 

Sapto menekankan bahwa pendidikan seharusnya tidak hanya mengajarkan pelajaran akademik, tetapi juga membentuk adab, etika, dan moral siswa. Ia berharap orang tua dapat lebih memahami bahwa sekolah memiliki peran penting dalam mendidik anak secara menyeluruh, termasuk dalam aspek kedisiplinan.

“Kalau ada orang tua yang merasa hukuman seperti itu tidak benar, ya sudah, suruh saja anaknya belajar sendiri di rumah,” tegasnya.

Meskipun demikian, Sapto juga mengingatkan pentingnya batasan dalam memberikan hukuman. Hukuman yang dilakukan oleh guru haruslah wajar dan tidak mengarah pada kekerasan. 

“Jangan sampai guru melampiaskan kekesalan hingga melakukan kekerasan terhadap anak, karena itu melanggar hukum,” jelasnya.

Pada akhirnya, Sapto menyerukan pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendidik anak. Ia menyarankan agar guru mendapat perlindungan hukum agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik tanpa rasa takut. 

Hanya dengan kerja sama yang solid antara kedua pihak, proses pendidikan akan berjalan dengan optimal dan mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh. (Fai/Adv/DPRDKaltim)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.