- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Kaltim Tunjukkan Diplomasi Budaya di EBIFF 2025, Ekti Imanuel: Seni Kita Mampu Tembus Dunia

Keterangan Gambar : Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, menghadiri secara langsung pembukaan East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025. (Foto: Humas DPRD Kaltim)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, menghadiri pembukaan East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025 di Stadion Gelora Kadrie Oening, Samarinda, Jumat malam (25/7). Didampingi Anggota DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah, Ekti menyaksikan parade budaya dari enam negara Indonesia, Romania, Korea Selatan, Polandia, India, dan Rusia serta lima provinsi dalam negeri yang menampilkan kekayaan seni tradisional masing-masing.
Ekti menegaskan, keikutsertaan Kalimantan Timur dalam festival berskala internasional menunjukkan kemampuan daerah untuk tampil percaya diri di hadapan komunitas dunia melalui seni tradisional.
“Ini adalah bukti bahwa kebudayaan kita tidak hanya lestari, tetapi juga mampu menjadi duta yang memperkenalkan nilai-nilai luhur bangsa. Kegiatan ini juga memiliki nilai strategis dalam memperkenalkan Kalimantan Timur ke pentas dunia melalui pendekatan diplomasi budaya,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- DPRD Kaltim dan Universitas Mulawarman Teken MoU Perkuat Kolaborasi Berbasis Riset0
- DPRD Minta Tambahan Dana untuk Dinsos Samarinda, Soroti Minimnya Dukungan untuk Program Sosial0
- Raperda Baru DPRD Samarinda Dorong Akses Kerja Inklusif bagi Pencari Kerja Usia 35 Tahun ke Atas0
- Angka Pernikahan Usia Dini di Samarinda Mengkhawatirkan, DPRD Dorong Perlindungan Anak0
- Keberadaan Pak Ogah Jadi Sorotan DPRD, Diminta Tak Hanya Ditertibkan Tapi Juga Diberdayakan0
Menurutnya, festival seperti EBIFF harus terus didukung karena menjadi jembatan diplomasi budaya sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai poros kebudayaan di kawasan timur Indonesia. “Festival ini bukan hanya ruang hiburan, tapi momentum besar untuk menunjukkan bahwa Kalimantan Timur punya kontribusi besar dalam pelestarian budaya global,” tegasnya.
EBIFF 2025 dibuka secara resmi oleh Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, bersama Presiden CIOFF Indonesia, Said Rahmad, yang sama-sama menekankan pentingnya menjaga tradisi di tengah era digitalisasi dan modernitas.
Malam pembukaan menghadirkan penampilan tari tradisional dari negara peserta, dipadukan dengan iringan musik khas Yayasan Gubang Kutai Kartanegara dan Tari Tapak Lembayung dari Cahaya Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara. Ekti turut memberikan apresiasi terhadap seniman lokal yang berpartisipasi dalam ajang internasional ini. “Saya sangat bangga karena seniman kita berdiri sejajar dengan delegasi budaya dari negara lain. Ini bukti bahwa kualitas seni kita mampu menembus batas,” katanya.
Rangkaian acara ditutup dengan Tari Kolosal persembahan Yayasan Gubang yang memukau penonton, sekaligus menandai dimulainya festival yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Ekti berharap, EBIFF menjadi agenda tahunan yang terus dikembangkan. “Semoga kegiatan seperti ini mendorong generasi muda untuk lebih mencintai budayanya sendiri dan aktif berperan di level internasional,” tutupnya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
