- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Jemaah An-Nadzir Lebaran Hari ini, Berikut Penjalasan Pimpinannya

Keterangan Gambar : Jemaah An Nadzir Gowa melaksanakan Salat Idul Fitri
ANALOGNEWS.id - Jemaah An-Nadzir melaksanakan salat Idul Fitri lebih dulu dari tanggal yang ditetapkan pemerintah.
Pada Minggu (1/52022) pagi, ratusan Jemaah An-Nadzir di Kelurahan Mawang, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi-Selatan melaksanakan salat Idul Fitri 1443 Hijriah.
Pimpinan jemah, Ustaz Samiruddin Pademmui memimpin salat berjamaah. Ia menjelaskan, An-Nadzir memutuskan merayakan Idul Fitri 1 hari lebih dulu dari pemerintah karena sesuai pantauan hilal yang telah mereka lakukan.
Baca Lainnya :
- Waspada Hipertensi, Hidangan Lebaran Tinggi Kalori, Garam, Gula, dan Lemak, 0
- Real Madrid Juara La Liga Spanyol, Benzema : Kami Masih Ada Tujuan Gelar Lain0
- Pemuda BK Bagikan Sembako ke Lansia dan Janda Tua0
- Peduli Literasi, Bhabinkamtibmas di Bone Gelar Kelas Edukasi Bagi Anak Usia Dini 0
- Twitter Buka Kerja Sama Pembayaran Via Aset Kripto0
"Hari in An-Nadsir memutuskan untuk melaksanan Idul Fitri 1443 hijriah dengan dasar bahwa kami memantau hilal berdasarkan Allah dan Rasullnya, kata Allah berpuasalah kamu dengan melihat bulan," jelas Samiruddin Pademmui kepada awak media.
Dia mengatakan, untuk mengetahui pergantian bulan, pemantauan dilakukan pada bulan sebelumnya. "Untuk mengetahui bulan Syahban pantaulah dari bulan Rajab, untuk mengetahui bulan Ramadan pantaulah dari bulan Syahban dan untuk mengetahu Syawal pantaulah dari bulan Ramadan," ungkapnya.
Samiruddin juga menuturkan, dalam proses pemantauan yang mereka lakukan, dimulai dalam memantau untuk menetukan titik purnama 14,15 dan 16. Jika dalam pantauan itu ditemukan tanda-tanda kriteria pada purnama barulah mereka mengitung 27, 28 dan 29. Dia juga mengatakan, mereka kembali melakukan pengamatan mejelannya terbitnya bulan pada subuh hari.
Hasil pengamatan itu kemudian dikonversi dengan fenomena alam. Selain itu, Ia juga mengaku dibantu dengan informasi yang didapatkan terkait terjadinya gerhana matahari di benua Amerika bagian selatan. "Dan untuk tahun ini Alhamdulillah kita dibantu oleh salah satu informasi bahwasanya tadi ini terjadi gerhana matahari meskipun tidak di indonesia, yaitu di benua Amerika bagian selatan. itu suatu petunjuk bahwasanya saat terjadi gerhana matahari maka itu menandakan pergantian bulan artinya hari ini sudah masuk bulan syahwal," tuturnya.
"Karena pergantian bulannya itu terjadi sekitar fajar tadi, maka masih memungkinkan kami melaksanakan lebaran. Seandainya pergantiannya itu sekira jam 9 keatas, maka kami mundur lebarannya besok," tambah Samiruddin. (*/An)










.jpg)
