Investasi Bontang Triwulan III Serap 317 Tenaga Kerja, Dorong Aktivitas Ekonomi Kota

By Redaksi 01 Des 2025, 10:58:00 WIB Pemkot Bontang
Investasi Bontang Triwulan III Serap 317 Tenaga Kerja, Dorong Aktivitas Ekonomi Kota

Keterangan Gambar : Investasi Bontang Triwulan III Serap 317 Tenaga Kerja, Dorong Aktivitas Ekonomi Kota


ANALOGNEWS.id, BONTANG – Realisasi investasi di Kota Bontang pada Triwulan III Tahun 2025 tak hanya mencatat nilai yang signifikan, tetapi juga ikut menggerakkan sektor ketenagakerjaan. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), total serapan tenaga kerja mencapai 317 orang, terdiri dari 307 tenaga kerja Indonesia dan 10 tenaga kerja asing.

Serapan tenaga kerja tersebut berasal dari 330 proyek yang dijalankan oleh 206 pelaku usaha non-UMK yang saat ini beroperasi di Bontang. Aktivitas usaha yang meningkat mencerminkan semakin bergeraknya roda ekonomi daerah.

Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Aspianur, menjelaskan bahwa peningkatan investasi berbanding lurus dengan bertambahnya aktivitas usaha baru maupun perluasan usaha yang sudah berjalan. “Setiap proyek yang terealisasi membuka peluang kerja baru. Ini memberi dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Lainnya :

Secara keseluruhan, realisasi investasi Bontang hingga triwulan ketiga mencapai Rp821,53 miliar, atau 75,85 persen dari target tahunan sebesar Rp2,5 triliun. Dari total tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi dengan nilai Rp789,1 miliar (96,05%), sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi Rp32,43 miliar (3,95%).

Dari sisi wilayah, Bontang Utara menjadi penyumbang terbesar investasi dengan nilai Rp785,97 miliar (95,67%), disusul Bontang Selatan Rp35,23 miliar (4,28%) dan Bontang Barat Rp337,7 juta (0,04%).

Sektor industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi masih menjadi motor investasi PMDN dengan porsi 93,20 persen. Sementara untuk PMA, sektor yang paling diminati adalah perumahan dan kawasan industri dengan kontribusi 68,83 persen.

Selain mendorong perputaran ekonomi, pemerintah daerah juga memperbaiki kualitas pelayanan perizinan untuk memperkuat iklim investasi. Kemudahan berusaha terus dikembangkan agar pelaku usaha dapat beroperasi tanpa hambatan administrasi.

Di sisi lain, tingkat kepatuhan pelaporan realisasi investasi tercatat 44,17 persen, yang menjadi perhatian bersama agar data yang dihimpun semakin akurat untuk perencanaan pembangunan ke depan. (Adv) 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.