- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Fuad Fakhruddin Angkat Bicara Soal Pemangkasan Anggaran Beasiswa Kaltim

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Fuad Fakhruddin. (Foto: Fai)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Pengurangan drastis anggaran Beasiswa Kalimantan Timur (BKT) menimbulkan kekhawatiran di kalangan para wakil rakyat Kalimantan Timur (Kaltim).
Anggota Dewan Perwakilam Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Fuad Fakhruddin dengan tegas menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan pengembalian anggaran tersebut. Menurutnya, alokasi untuk pendidikan tidak seharusnya dipotong kecuali ada alasan yang sangat mendesak.
"Pendidikan itu penting, seharusnya anggarannya tidak boleh dikurangi," kata Fuad dalam sebuah wawancara.
Anggaran BKT yang terpangkas hingga hanya Rp220 miliar pada APBD Perubahan, turun signifikan dari total tahun lalu, berdampak langsung pada jumlah penerima beasiswa.
Jika sebelumnya 47 ribu mahasiswa menerima bantuan, kini hanya sekitar 20 ribu orang yang dapat terbantu, dengan prioritas kepada mereka yang kurang mampu.
Fuad menekankan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk mendorong kemajuan daerah. "SDM adalah indikator utama kemajuan daerah. Kalau tidak diperkuat, bagaimana kita bisa memajukan Kaltim?" ujarnya penuh kekhawatiran.
Meski Alat Kelengkapan Dewan (AKD) belum terbentuk, Fuad berharap DPRD Kaltim segera membahas isu ini demi memastikan anggaran BKT ditingkatkan kembali.
Baginya, perjuangan ini bukan sekadar soal angka, melainkan masa depan generasi muda yang menjadi penopang pembangunan Kalimantan Timur. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
