Ekti Imanuel Apresiasi Inovasi Petani-Nelayan di Peda KTNA Kaltim Kutai Barat

By Redaksi 23 Jun 2025, 18:39:37 WIB DPRD Kaltim
Ekti Imanuel Apresiasi Inovasi Petani-Nelayan di Peda KTNA Kaltim Kutai Barat

Keterangan Gambar : Hari ketiga pelaksanaan Pekan Daerah (Peda) Petani-Nelayan XI Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kalimantan Timur. (Foto: Humas DPRD Kaltim)


ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Pekan Daerah (Peda) Petani-Nelayan XI Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kalimantan Timur terus berlangsung meriah di Taman Budaya Sendawar, Kabupaten Kutai Barat. Pada hari ketiga, Senin (23/6/2025), perhatian publik tertuju pada Lomba Karya Wirausaha Petani–Nelayan yang mempertemukan kontingen dari seluruh kabupaten/kota se-Kaltim dalam ajang adu inovasi dan kreativitas.

Wakil Ketua DPRD Kaltim yang juga Ketua KTNA Kutai Barat, Ekti Imanuel, hadir langsung menyerahkan penghargaan kepada para pemenang. Ia menegaskan pentingnya meningkatkan daya saing petani dan nelayan melalui inovasi berbasis potensi lokal.

“Para petani dan nelayan yang berkompetisi hari ini adalah representasi semangat kemajuan sektor pertanian dan perikanan. Karya-karya mereka membuktikan potensi daerah bisa dikelola secara inovatif dan berdaya saing tinggi,” ujar Ekti.

Baca Lainnya :

Dalam lomba yang dinilai tim dari Dinas Perkebunan Kaltim dan KTNA Provinsi, Kutai Barat berhasil meraih Juara I, disusul Mahakam Ulu sebagai Juara II, dan Kota Samarinda di posisi Juara III. Sementara Juara Harapan I diraih Kutai Kartanegara, Harapan II oleh Paser, dan Harapan III oleh Kutai Timur.

Rangkaian Peda dilanjutkan pada malam harinya dengan Pagelaran Seni Budaya dan Festival Gita Nusantara yang menampilkan lomba paduan suara dan tari tradisional dari kontingen Mahakam Ulu, Samarinda, dan Kutai Barat.

Ekti Imanuel turut mengapresiasi antusiasme peserta dan penonton dalam pagelaran seni, yang menurutnya bukan hanya menonjolkan kekayaan budaya daerah, tetapi juga mempererat kebersamaan antarwilayah.

“Pagelaran ini tidak hanya memamerkan kekayaan budaya Kalimantan Timur, tetapi juga mempererat ikatan emosional antar kontingen. Semangat gotong royong dan saling menghargai terlihat begitu kuat di sini,” tuturnya.

Antusiasme masyarakat yang tinggi menjadikan Peda bukan sekadar ajang budaya dan kewirausahaan, tetapi juga ruang kolaborasi lintas daerah untuk pemberdayaan petani dan nelayan sebagai motor penggerak ekonomi Kaltim. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.