- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
EBIFF 2025 Warnai Samarinda, Ekti Imanuel: Diplomasi Budaya Perkuat Identitas Kaltim di Mata Dunia

Keterangan Gambar : Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, menyaksikan semarak Kirab Budaya EBIFF 2025, di Halaman Kantor Gubernur Kaltim Jumat, 25 Juli 2025. Sebuah perayaan keberagaman dan solidaritas antarbangsa. (Foto: Humas DPRD Kaltim)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, menghadiri Kirab Budaya pembukaan East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025 yang digelar meriah di halaman Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (25/7/2025). Acara yang diikuti lebih dari 400 peserta dari Rusia, Korea Selatan, India, Polandia, Rumania, dan berbagai provinsi di Indonesia ini menjadi simbol diplomasi budaya yang mempertemukan ekspresi lokal dan internasional dalam satu panggung kebersamaan.
Arak-arakan dimulai dari Taman Samarendah menuju Kantor Gubernur, menampilkan kostum tradisional, musik etnik, dan pertunjukan khas masing-masing daerah dan negara. “Budaya adalah bahasa universal yang menyatukan kita. Kehadiran delegasi internasional dan komunitas lokal hari ini menunjukkan bahwa Kaltim tidak hanya kaya akan adat, tapi juga terbuka dalam menjalin persahabatan global,” ujar Ekti usai menyaksikan prosesi kirab.
Sebagai representasi kelembagaan, Ekti menegaskan DPRD Kaltim mendukung penuh pelestarian budaya sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Ia juga mengapresiasi Pemprov Kaltim, khususnya Dinas Pariwisata dan seluruh panitia, atas penyelenggaraan festival yang dinilai semakin berkualitas dari tahun ke tahun.
Baca Lainnya :
- Kaltim Tunjukkan Diplomasi Budaya di EBIFF 2025, Ekti Imanuel: Seni Kita Mampu Tembus Dunia0
- DPRD Kaltim dan Universitas Mulawarman Teken MoU Perkuat Kolaborasi Berbasis Riset0
- DPRD Minta Tambahan Dana untuk Dinsos Samarinda, Soroti Minimnya Dukungan untuk Program Sosial0
- Raperda Baru DPRD Samarinda Dorong Akses Kerja Inklusif bagi Pencari Kerja Usia 35 Tahun ke Atas0
- Angka Pernikahan Usia Dini di Samarinda Mengkhawatirkan, DPRD Dorong Perlindungan Anak0
“EBIFF bukan sekadar festival, tapi ruang perjumpaan budaya dunia. Kita harus menjadikannya agenda strategis untuk memperkuat identitas daerah dan membuka peluang kerja sama lintas bangsa,” tambahnya.
Ekti berharap EBIFF terus menjadi ruang dialog budaya yang mendorong masyarakat Kaltim semakin bangga akan jati dirinya, sekaligus terbuka terhadap nilai-nilai global. “Di tengah arus globalisasi, inilah kesempatan kita menunjukkan jati diri daerah sekaligus membangun jejaring kebudayaan yang saling menghargai dan memberdayakan,” ujarnya.
Festival EBIFF 2025 berlangsung enam hari, 24–29 Juli, dengan agenda meliputi pentas seni internasional, pameran ekonomi kreatif, kunjungan budaya ke sekolah, dan wisata budaya ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Pemerintah menargetkan lebih dari 10.000 pengunjung dan perputaran ekonomi hingga Rp 12 miliar, menjadikannya motor penggerak pariwisata dan ekonomi kreatif di Kaltim. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
