- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
EBIFF 2025 Warnai Samarinda, Ekti Imanuel: Diplomasi Budaya Perkuat Identitas Kaltim di Mata Dunia

Keterangan Gambar : Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, menyaksikan semarak Kirab Budaya EBIFF 2025, di Halaman Kantor Gubernur Kaltim Jumat, 25 Juli 2025. Sebuah perayaan keberagaman dan solidaritas antarbangsa. (Foto: Humas DPRD Kaltim)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, menghadiri Kirab Budaya pembukaan East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025 yang digelar meriah di halaman Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (25/7/2025). Acara yang diikuti lebih dari 400 peserta dari Rusia, Korea Selatan, India, Polandia, Rumania, dan berbagai provinsi di Indonesia ini menjadi simbol diplomasi budaya yang mempertemukan ekspresi lokal dan internasional dalam satu panggung kebersamaan.
Arak-arakan dimulai dari Taman Samarendah menuju Kantor Gubernur, menampilkan kostum tradisional, musik etnik, dan pertunjukan khas masing-masing daerah dan negara. “Budaya adalah bahasa universal yang menyatukan kita. Kehadiran delegasi internasional dan komunitas lokal hari ini menunjukkan bahwa Kaltim tidak hanya kaya akan adat, tapi juga terbuka dalam menjalin persahabatan global,” ujar Ekti usai menyaksikan prosesi kirab.
Sebagai representasi kelembagaan, Ekti menegaskan DPRD Kaltim mendukung penuh pelestarian budaya sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Ia juga mengapresiasi Pemprov Kaltim, khususnya Dinas Pariwisata dan seluruh panitia, atas penyelenggaraan festival yang dinilai semakin berkualitas dari tahun ke tahun.
Baca Lainnya :
- Kaltim Tunjukkan Diplomasi Budaya di EBIFF 2025, Ekti Imanuel: Seni Kita Mampu Tembus Dunia0
- DPRD Kaltim dan Universitas Mulawarman Teken MoU Perkuat Kolaborasi Berbasis Riset0
- DPRD Minta Tambahan Dana untuk Dinsos Samarinda, Soroti Minimnya Dukungan untuk Program Sosial0
- Raperda Baru DPRD Samarinda Dorong Akses Kerja Inklusif bagi Pencari Kerja Usia 35 Tahun ke Atas0
- Angka Pernikahan Usia Dini di Samarinda Mengkhawatirkan, DPRD Dorong Perlindungan Anak0
“EBIFF bukan sekadar festival, tapi ruang perjumpaan budaya dunia. Kita harus menjadikannya agenda strategis untuk memperkuat identitas daerah dan membuka peluang kerja sama lintas bangsa,” tambahnya.
Ekti berharap EBIFF terus menjadi ruang dialog budaya yang mendorong masyarakat Kaltim semakin bangga akan jati dirinya, sekaligus terbuka terhadap nilai-nilai global. “Di tengah arus globalisasi, inilah kesempatan kita menunjukkan jati diri daerah sekaligus membangun jejaring kebudayaan yang saling menghargai dan memberdayakan,” ujarnya.
Festival EBIFF 2025 berlangsung enam hari, 24–29 Juli, dengan agenda meliputi pentas seni internasional, pameran ekonomi kreatif, kunjungan budaya ke sekolah, dan wisata budaya ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Pemerintah menargetkan lebih dari 10.000 pengunjung dan perputaran ekonomi hingga Rp 12 miliar, menjadikannya motor penggerak pariwisata dan ekonomi kreatif di Kaltim. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
