- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Dukung Anies Basewdan Jadi Capres, Gerindra Pecat M. Taufik

Keterangan Gambar : Dukung Anies Baswedan jadi Capres, M. Taufik Dipecat Gerindra
ANALOGNEWS.id - Partai Gerindra memecat salah satu politikus senior mereka, Mohamad Taufik dari partai. Pemecatan tersebut merupakan keputusan Sidang Majelis Kehormatan Partai (MKP) Gerindra yang digelar di Kantor Dewan Pengurus Pusat (DPP) Gerindra.
Taufik yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Gerindra, merupakan salah satu pendiri partai dan telah menghabiskan waktu bersama Gerindra selama 14 tahun.
"Menyatakan saudara Taufik sebagai kader partai Gerindra telah melanggar AD/ART," ujar Wakil Ketua Majelis Kehormatan Partai Gerindra, Wihadi Wiyanto saat memimpin Sidang MKP Gerindra pada Selasa (7/6/2022).
Baca Lainnya :
- PSSI Naikkan Hadiah Piala Presiden Jadi Rp3 Miliar0
- Honorer Menjadi Outsourcing, Berikut Kekurangan dan Kelebihannya0
- Perusahaan Startup Ramai PHK Karyawan, Ini Kata Menaker0
- Sah Jadi Istri Deddy Corbuzier Setelah 9 Tahun Pacaran, Sabrina Bukan Orang Sembarangan0
- DPRD Sebut Limbah Perusahaan Cemari Laut, DLH Bontang : Kami Sudah Cek dan Tidak Ada Masalah0
Setidaknya terdapat empat poin yang membuatnya dipecat dari partai yang dipimpin Prabowo Subianto, di antaranya:
• Gagal dalam menjalankan amanah partai terkait kalahnya perolehan suara pasangan Prabowo - Sandi di DKI Jakarta pada Pilpres 2019.
• Telah terbukti berbohong terkait loyalitas terhadap partai pada pemeriksaan terdahulu.
• Terbukti melakukan perbuatan yang bertentangan dan tidak sejalan dengan arah kebijakan partai, dengan telah melanggar sumpahnya selaku kader. Sebab Taufik dinilai tidak patuh kepada ideologi dan disiplin partai, serta menjaga kehormatan, martabat, dan kekompakan partai.
• Banyak memberikan pernyataan di media-media pemberitaan nasional terkait dengan pergantian dirinya sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta. Namun menurut Gerindra, pernyataannya tersebut banyak yang tidak benar sehingga menyudutkan partai.
"Kita akan proses keputusan hari ini. Jadi kita akan berikan ke Taufik," kata Wihadi usai sidang.
Menurut Wihadi, Taufik banyak melakukan manuver setelah tersiarnya kabar pergantian dirinya sebagai Pimpinan DPRD DKI Jakarta. Pada 21 Februari 2022 lalu, Taufik pernah dipanggil dan berjanji akan loyal kepada Gerindra. Akan tetapi, setelah itu Taufik justru menunjukkan sikap tak loyal. Para elit Gerindra mendengar manuver bahwa Taufik mengundurkan diri dari partai dan berpindah ke Partai Nasdem.
Sama halnya terkait dengan dukungan kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Haryadi menjelaskan bagaimana Taufik berbohong saat disidang MKP Gerindra.
Di dalam sidang, Taufik membantah telah memberikan dukungan kepada Anies. Namun dia diketahui memberikan dukungan sebagai Ketua Umum Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) JAYA.
Meski telah dilengserkan dari kursi pimpinan DPRD DKI Jakarta, saat ini Taufik masih menjadi anggota parlemen di ibu kota. Terkait hal ini, Gerindra berencana menggantinya dengan mekanisme Penggantian Antarwaktu (PAW).
"Pasti diganti. Nanti sesuai mekanisme. PAW kan ada proses administrasinya," katanya.










.jpg)
