- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
DPRD Kaltim Dorong Percepatan Penanganan Jalan Nasional

Keterangan Gambar : Komisi III DPRD Kalimantan Timur melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim. (Foto: Humas DPRD Kaltim)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Komisi III DPRD Kalimantan Timur melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim, Rabu (10/9/2025), guna memperkuat koordinasi terkait pembangunan infrastruktur jalan nasional di Kaltim.
Rombongan dipimpin Ketua Komisi III, Abdulloh, didampingi perwakilan Dinas PUPR-PERA Kaltim, PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT), dan PT Kaltim Prima Coal (KPC). Mereka diterima langsung oleh Kepala BBPJN Kaltim, Yudi Hardiana. Hadir pula Wakil Ketua Komisi III Akhmed Reza Fachlevi, Sekretaris Komisi III Abdurrahman KA, serta sejumlah anggota lainnya.
Abdulloh menjelaskan, kunjungan ini merupakan tindak lanjut aspirasi masyarakat terkait kondisi jalan nasional, termasuk rencana tukar guling ruas jalan Sangatta oleh PT KPC. Menurutnya, berkas rencana sudah disampaikan dan kini menunggu izin prinsip dari Presiden melalui Mensesneg. “Kami mendorong agar konstruksi dimulai paralel sambil menunggu administrasi,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- Banggar DPRD Kaltim Bahas Perubahan KUA-PPAS 20250
- DPRD Kaltim Sepakati KUA-PPAS 20260
- Agusriansyah Ridwan Soroti Pendidikan yang Jauh dari Akar Budaya0
- Jahidin Apresiasi Kemajuan Penanganan Banjir di Samarinda0
- Andi Satya Dorong Mahasiswa Awasi Kebijakan Publik di Kaltim0
Ia juga menekankan pentingnya percepatan perbaikan ruas KKT–Kariangau yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi. “Pihak yang memiliki alokasi anggaran diharapkan segera memprioritaskan ruas tersebut,” tegasnya.
Wakil Ketua Komisi III, Akhmed Reza Fachlevi, menyoroti dua isu utama terkait PT KPC, yakni perbaikan infrastruktur jalan dan proses tukar guling Barang Milik Negara (BMN). Ia menyarankan konsultasi lanjutan ke Kementerian Keuangan dan Kementerian PUPR dengan pendampingan BBPJN. “Jika ada program strategis untuk anggaran 2026, mohon disampaikan ke anggota DPR RI di pusat,” tambahnya.
Kepala BBPJN Kaltim, Yudi Hardiana, menjelaskan berdasarkan SK Tahun 2022 terdapat 1.806 km jalan berstatus nasional di Kaltim, dengan tingkat kemantapan 87 persen. Sisanya, 12 persen masih tidak mantap, ditambah 331 unit jembatan yang masuk jaringan nasional. “Prioritas utama saat ini adalah pembangunan jalan di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) dengan pagu anggaran 2025 sekitar Rp8,1 triliun,” terangnya.
Terkait akses KKT–Kariangau sepanjang 12,7 km, Yudi menyebut sebagian ruas perlu penanganan permanen. BBPJN mengusulkan PT KKT menangani 2,7 km, sementara sisanya ditangani BBPJN dengan dukungan PT Karya Logistik Nusantara. Ia juga mendorong PT KPC segera memulai konstruksi paralel sambil menunggu proses administrasi, dengan dukungan surat pernyataan dari BBPJN. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
