- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
DPRD Kaltim Ajak Gen-Z Manfaatkan Peluang Emas di Sektor Pertanian

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Muhammad Samsun. (Foto: Fai)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Menghadapi laju perkembangan teknologi yang kian pesat, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), mengajak generasi muda khususnya Gen-Z untuk melihat potensi besar sektor pertanian sebagai peluang wirausaha modern.
Bagi pria yang akrab disapa Samsun, pertanian bukan sekadar kegiatan mengolah lahan, melainkan kesempatan bagi anak muda untuk berinovasi dan menciptakan dampak nyata di era digital.
“Generasi Z memiliki banyak ide inovatif. Jika mereka serius menggali potensi ini, bisa jadi mereka adalah agen perubahan dalam sektor pertanian,” ujar Samsun.
Ia menyoroti bahwa meski sektor ini menjanjikan, banyak anak muda yang belum tertarik untuk terjun ke dalamnya, lebih memilih bidang usaha yang sedang tren dan mengabaikan kekayaan alam di bidang pertanian.
Padahal, sektor ini memainkan peran vital dalam mendukung perekonomian daerah, terutama saat dunia menghadapi ancaman krisis pangan yang nyata.
“Kita perlu menumbuhkan minat anak muda terhadap pertanian. Ini adalah sektor jangka panjang dengan hasil produksi yang bisa berkelanjutan,” tegasnya.
Namun, Samsun menyadari bahwa tantangan bukan hanya dalam produksi, tetapi juga dalam promosi hasil tani.
“Bertani itu penting, tetapi jika tidak dibarengi dengan strategi promosi yang efektif, hasilnya tidak akan maksimal,” tambahnya, menekankan pentingnya sinergi antara teknik bertani dan pemasaran modern.
Ia berharap para pemuda Kaltim tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. “Peluang usaha di sektor pertanian sangat besar. Gen-Z harus bisa melihat dan memanfaatkan kesempatan ini,” tutup Samsun dengan penuh keyakinan. (Fai/Adv/DPRDKaltim










.jpg)
