- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
DPRD Bontang Minta Pemkot Data Ulang Korban Banjir dan Alat Tanggap Bencana

Keterangan Gambar : Pandangan Fraksi Gerindra-Berkarya, Ajukan Pendataan Ulang Korban Banjir
ANALOGNEWS.id, BONTANG - Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah Kota Bontang Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2022 kembali digelar di Sekretariat DPRD Kota Bontang, Senin (5/6/2023).
Dalam rapat tersebut, Fraksi Gerindra bersama Berkarya menyampaikan beberapa poin untuk menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang guna perbaikan kinerja di masa yang akan datang.
Salah satu yang menjadi perhatian Fraksi Gerindra bersama Berkarya yakni, Pemkot Bontang diminta agar melakukan pendataan ulang terhadap para korban banjir di kota taman.
Baca Lainnya :
- Rencana Tarik Retribusi Sampah dari Warga Disorot Dewan0
- Nursalam Desak Pemkot Bontang Minta Kejelasan Pengelolaan Pulau Beras Basah0
- Rencana Pembangunan Mini Zoo Disdamkartan Disorot Dewan, Minta Kaji Ulang0
- Ketua Komisi I DPRD Bontang Dorong Pendirian PTN0
- Kasus DBD Tinggi, Irfan Minta Rutin Fogging dan Jaga Pola Hidup Sehat0
Menurut Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina mengatakan, pendataan ulang ini perlu dilakukan untuk mempermudah penyaluran bantuan bagi warga korban banjir. Seperti diketahui banjir di Kota Bontang hingga saat ini masih menjadi momok, sehingga perlu perhatian khusus dari pemerintah agar persoalan banjir bisa segera terselesaikan.
"Sampai saat ini banjir masih terus terjadi. Pemkot Bontang diminta serius memperhatikan persoalan ini terutama bagi para korban banjir. Pendataan ini perlu dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah agar bisa memberi bantuan kepada para korban banjir," ujarnya, Senin (5/6/2023).
Selain itu, menurut Amir pemerintah juga perlu melakukan pendataan ulang alat dan perlengkapan tanggap darurat bencana di Kota Bontang, untuk memastikan alat dan perlengkapan tersebut masih layak digunakan atau tidak.
"Jadi itu perlu dilakukan agar pada saat penanggulangan bencana, semua dalam kondisi baik dan layak digunakan," bebernya.
Di Akhir, Atos sapaan akrabnya ini berharap di tahun 2023 progres penanggulangan banjir bisa maksimal 100 persen. Sehingga masyarakat tidak lagi was-was akan banjir yang selalu menggenangi rumah mereka.
"Semoga tahun 2023 akhir banjir dapat teratasi 100 persen," tandasnya. (Yy/An)










.jpg)
