- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Didik Agung: Keterlibatan Warga Kunci Pembangunan Berkelanjutan Kukar

Keterangan Gambar : Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Didik Agung Eko Wahono. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Percepatan pembangunan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak boleh hanya bertumpu pada fisik dan infrastruktur. Keterlibatan masyarakat dan pendekatan sosial dinilai sama pentingnya untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Hal ini ditegaskan Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Didik Agung Eko Wahono, menyusul dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Kukar periode 2025–2031. Ia mendorong kepemimpinan ke depan yang lebih membuka ruang dialog dan kolaborasi dengan warga.
“Sering kali pembangunan gagal bukan karena kurang anggaran atau salah program, tapi karena tidak adanya keterlibatan sosial yang cukup dari masyarakat. Padahal, rasa memiliki dari warga itu kunci utama,” ungkap Didik.
Baca Lainnya :
- Pansus DPRD Kaltim Matangkan Ranperda Perlindungan Lingkungan0
- DPRD Kaltim Dukung Penuh Pelaksanaan Jospol di PPU0
- DPRD Kaltim Sambut Kunjungan Komisi I, IX, dan XII DPR RI0
- DPRD Kaltim Dukung Program Jospol untuk Guru dan Penjaga Rumah Ibadah0
- DPRD Kaltim Apresiasi Peluncuran Aplikasi SIMPATOR GEMAS0
Menurutnya, pemerintah daerah perlu hadir langsung di tengah masyarakat, bukan hanya mengandalkan laporan dari birokrasi. Kedekatan emosional antara pemimpin dan warga akan menciptakan kepercayaan, yang mempercepat penyelesaian berbagai persoalan.
Didik menekankan pentingnya membangun jaringan sosial yang kuat di tingkat akar rumput, baik melalui tokoh adat, perangkat desa, maupun kelompok warga. Dengan komunikasi terbuka, potensi konflik akibat kebijakan pembangunan bisa diminimalkan.
“Ketika warga merasa dihargai pendapatnya, mereka bukan hanya akan mendukung, tapi juga menjadi penjaga proses pembangunan itu sendiri,” ujarnya.
Politisi tersebut mengingatkan bahwa pembangunan yang berhasil seharusnya menyatukan masyarakat, bukan memecah belah. Solidaritas sosial, gotong royong, dan rasa saling percaya harus menjadi nilai utama dalam setiap kebijakan daerah.
“Kita tidak boleh hanya fokus pada berapa kilometer jalan terbangun atau berapa gedung berdiri. Yang lebih penting, apakah masyarakat makin kompak dan merasa punya peran dalam perubahan itu,” tegas Didik.
Ia berharap pemerintahan baru di Kukar dapat menjadi contoh pembangunan yang mengutamakan pendekatan kemanusiaan dan merangkul seluruh lapisan masyarakat. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
