- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Desa Perjiwa Berinovasi dalam Budidaya Ikan Nila Berkat Dukungan DKP Kukar

Keterangan Gambar : Kades Perjiwa, Erik Nur Wahyudi.
ANALOGNEWS.id, KUKAR - Desa Perjiwa, yang terletak di Kecamatan Tenggarong Seberang, telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam sektor perikanan.
Kepala Desa Perjiwa, Erik Nur Wahyudi, menyatakan bahwa kerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutai Kartanegara (Kukar) telah menghasilkan peningkatan produksi ikan nila.
"Kami fokus pada kelompok budi daya ikan di keramba pinggir Sungai Mahakam," ujar Erik pada Senin (8/4/2024).
Baca Lainnya :
- Desa Perjiwa Segera Miliki BPU, Wujud Nyata Pembangunan Berkelanjutan0
- Transformasi Embung Dumati: Dari Rawa Menjadi Destinasi Wisata0
- Satgas Anti Narkoba Kelurahan Panji, Upaya Tangkal Peredaran Narkotika0
- 12 OPD Masih Kosong, Pemkab Kukar Segera Buka Seleksi Jabatan Tinggi Pratama0
- Pemerintah Kecamatan Muara Wis Perkuat Langkah Pencegahan Stunting0
Erik menambahkan bahwa mayoritas warga Perjiwa berprofesi sebagai pembudidaya ikan, dengan banyak di antara mereka memiliki keramba di pinggir sungai.
Kata dia, Pemkab Kukar melalui DKP Kukar telah memberikan bantuan yang signifikan, termasuk bibit ikan nila, pakan, dan pembuatan keramba. "Kalau yang sudah punya keramba itu biasanya pakan sama bibit saja yang dibantu," tambahnya.
Bantuan tersebut telah membuahkan hasil. Kelompok pembudidaya ikan di desa tersebut dapat memanen hingga 300 kilogram ikan nila per masa panen.
Hasil panen ini tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal tetapi juga dikirim ke kota-kota lain seperti Samarinda dan Bontang.
Selain memberikan bantuan langsung, Erik juga membantu warga membuat dan mengusulkan proposal kepada DKP Kukar. Inisiatif ini memungkinkan kelompok pembudidaya ikan untuk mendapatkan bantuan secara bergiliran setiap tahunnya. "Kemarin ada bantuan bibit sekitar 150 ribu ekor," beber Erik.
Kata Erik, dengan adanya bantuan ini, Desa Perjiwa berharap dapat terus meningkatkan produksi ikan nila dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian lokal.
Program ini juga diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain dalam mengembangkan sektor perikanan mereka. (Adv)










.jpg)
