- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Transformasi Embung Dumati: Dari Rawa Menjadi Destinasi Wisata

Keterangan Gambar : Kepala Desa Perangat Selatan, Sarkono.
ANALOGNEWS.id, KUKAR - Embung Dumati, yang terletak di Desa Perangat Selatan, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah mengalami transformasi yang signifikan.
Berawal dari sekumpulan area rawa, Embung Dumati kini telah berubah menjadi destinasi wisata yang menjanjikan bagi pendapatan desa.
Kepala Desa Perangat Selatan, Sarkono, mengatakan bahwa embung ini memiliki luas dua hektare dan terletak di jalan poros. Lokasinya yang sangat strategis membuat embung ini dapat menarik wisatawan.
Baca Lainnya :
- Satgas Anti Narkoba Kelurahan Panji, Upaya Tangkal Peredaran Narkotika0
- 12 OPD Masih Kosong, Pemkab Kukar Segera Buka Seleksi Jabatan Tinggi Pratama0
- Pemerintah Kecamatan Muara Wis Perkuat Langkah Pencegahan Stunting0
- Pemdes Kelekat Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Hidup Warga0
- Pembenahan Jalan Desa Sambera Baru, Janjikan Kesejahteraan bagi Masyarakat 0
"Lokasi Embung Dumati yang strategis ini, kami yakin akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung," ujar Sarkono, Senin (8/4/2024).
Kata Sarkono, Pemdes Perangat Selatan telah menerima dukungan dana CSR dari PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga dan PT Mahakam Sumber Jaya, yang menyumbangkan sekitar Rp 400 juta untuk pembangunan embung.
"Dana tersebut telah kami alokasikan untuk pembangunan dan perawatan wisata, dan kami berencana untuk menambah fasilitas seperti toilet, gazebo, dan taman pada tahun 2024 ini," tambahnya.
Sarkono juga menekankan, Embung Dumati tidak hanya akan menjadi tempat rekreasi, tetapi juga sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Dia berharap dengan pengembangan ini, pariwisata Embung Dumati dapat berjalan sesuai dengan konsep ekonomi sirkular, yakni memberikan dampak positif secara ekonomi, lingkungan, dan sosial.
"Kami ingin embung ini menjadi tempat edukasi dan pemberdayaan bagi sektor sosial, ekonomi, dan pertanian. Target kita juga di tahun 2025 dapat menghasilkan PAD yang dikelola oleh BUMDes," harap Sarkono. (Adv)










.jpg)
