- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Transformasi Embung Dumati: Dari Rawa Menjadi Destinasi Wisata

Keterangan Gambar : Kepala Desa Perangat Selatan, Sarkono.
ANALOGNEWS.id, KUKAR - Embung Dumati, yang terletak di Desa Perangat Selatan, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah mengalami transformasi yang signifikan.
Berawal dari sekumpulan area rawa, Embung Dumati kini telah berubah menjadi destinasi wisata yang menjanjikan bagi pendapatan desa.
Kepala Desa Perangat Selatan, Sarkono, mengatakan bahwa embung ini memiliki luas dua hektare dan terletak di jalan poros. Lokasinya yang sangat strategis membuat embung ini dapat menarik wisatawan.
Baca Lainnya :
- Satgas Anti Narkoba Kelurahan Panji, Upaya Tangkal Peredaran Narkotika0
- 12 OPD Masih Kosong, Pemkab Kukar Segera Buka Seleksi Jabatan Tinggi Pratama0
- Pemerintah Kecamatan Muara Wis Perkuat Langkah Pencegahan Stunting0
- Pemdes Kelekat Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Hidup Warga0
- Pembenahan Jalan Desa Sambera Baru, Janjikan Kesejahteraan bagi Masyarakat 0
"Lokasi Embung Dumati yang strategis ini, kami yakin akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung," ujar Sarkono, Senin (8/4/2024).
Kata Sarkono, Pemdes Perangat Selatan telah menerima dukungan dana CSR dari PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga dan PT Mahakam Sumber Jaya, yang menyumbangkan sekitar Rp 400 juta untuk pembangunan embung.
"Dana tersebut telah kami alokasikan untuk pembangunan dan perawatan wisata, dan kami berencana untuk menambah fasilitas seperti toilet, gazebo, dan taman pada tahun 2024 ini," tambahnya.
Sarkono juga menekankan, Embung Dumati tidak hanya akan menjadi tempat rekreasi, tetapi juga sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Dia berharap dengan pengembangan ini, pariwisata Embung Dumati dapat berjalan sesuai dengan konsep ekonomi sirkular, yakni memberikan dampak positif secara ekonomi, lingkungan, dan sosial.
"Kami ingin embung ini menjadi tempat edukasi dan pemberdayaan bagi sektor sosial, ekonomi, dan pertanian. Target kita juga di tahun 2025 dapat menghasilkan PAD yang dikelola oleh BUMDes," harap Sarkono. (Adv)










.jpg)
