- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Pemerintah Kecamatan Muara Wis Perkuat Langkah Pencegahan Stunting

Keterangan Gambar : Camat Muara Wis, Kukar, Fadhli Annur.
ANALOGNEWS.id, KUKAR - Kecamatan Muara Wis memperkuat langkah-langkah pencegahan stunting dengan melibatkan semua elemen struktural pemerintahan.
Camat Fadhli Annur menyatakan bahwa kolaborasi antar lembaga pemerintahan dan masyarakat setempat adalah strategi utama dalam mengatasi stunting.
Kegiatan pendataan dan pengukuran anak-anak yang terkena stunting pun tengah dilakukan secara berkelanjutan.
Baca Lainnya :
- Pemdes Kelekat Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Hidup Warga0
- Pembenahan Jalan Desa Sambera Baru, Janjikan Kesejahteraan bagi Masyarakat 0
- DPMD Kukar Fokus Jalankan Program Pendekar Idaman0
- Revolusi Madu Kelulut di Desa Teluk Dalam0
- Kemandirian Ekonomi Desa Kelekat, Pabrik Minyak Makan Merah Segera Dibangun0
"Saat ini kami melakukan pendataan dan pengukuran berat badan untuk memastikan anak ini benar-benar kena stunting atau salah pengukuran," jelas Fadhli, Minggu (7/4/2204).
Ia menyebutkan, saat ini terdapat sebanyak 173 kasus stunting yang telah teridentifikasi di 7 desa di Muara Wis.
Hal ini mendorong pihak kecamatan untuk mengimplementasikan dua metode penanganan. Yakni pencegahan, yang dilakukan dengan mendatangi rumah warga, dan penanganan di posyandu desa.
Fadhli menambahkan bahwa edukasi kepada masyarakat juga merupakan salah satu bagian penting dari upaya pencegahan Stunting.
Edukasi ini bertujuan untuk mengurangi angka stunting di masa depan dengan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang nutrisi yang baik.
"Selain kami berikan asupan gizi, kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat," pungkas Fadhli. (Adv)










.jpg)
