- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Cegah Pemanasan Global dengan Menurunkan Gas Rumah Kaca. Ini Imbauan DLH Bontang

Keterangan Gambar : Gas rumah kaca memberi efek negatif bagi kehidupan manusia. (Ils)
ANALOGNEWS.id - Pemerintah Indonesia telah membuat komitmen dalam dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29%.
Selama 150 tahun terakhir, aktivitas manusia berperan sangat besar terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca di atmosfer.
Nah, apakah gas rumah kaca itu dan apa dampaknya terhadap lingkungan dan manusia?
Baca Lainnya :
- DLH Bontang Manfaatkan Sampah Organik Jadi Sumber Energi 0
- Baim Wong Daftarkan Citayam Fashion Week ke HAKI, Ridwan Kamil Beri Pesan Menohok0
- Ledakan di Pabrik Pupuk Kaltim, Perusahaan Klaim Tak Berbahaya0
- Habib Rizieq Bebas, Disambut Keluarga di Petamburan0
- Jaga Kebersihan Pulau Malahing, DLH Siapkan TPS dan TPA0
Apa yang harus kita lakukan untuk berkontribusi dalam mengurangi emisi gas rumah kaca?
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang Heru Triatmojo mengatakan, dengan mengetahui gas rumah kaca, kita bisa meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan demi menjaga kelestarian bumi.
Gas rumah kaca adalah gas-gas di atmosfer bumi yang menangkap panas matahari. DLH Bontang dalam Instagram resminya menyampaikan jenis gas rumah kaca, seperti, karbondioksida, Metana, dan dinitrogen oksida.
"Gas tersebut dihasilkan dari aktivitas masyarakat seperti, penggunaan listrik, transportasi dan limbah," jelas Heru.
Terutama aktivitas yang merusak lingkungan kata dia, seperti pemekaran energi yang berlebihan dan deforestasi. Dia bilang hal itu yang menyebabkan gas rumah kaca semakin meningkat sehingga terjadi pemanasan global.
Dampak dari pemanasan global ini membuat ketersediaan air semakin menurun dan bencana kekeringan meningkat. Terjadi peningkatan suhu dan muka air laut, resiko kebakaran juga lebih tinggi.
"Suplai makanan terganggu, kepunahan spesies tertentu, dan meningkatnya resiko kesehatan," ungkapnya.
Menghindari hal tersebut terjadi, Heru mengimbau kepada masyarakat untuk terus menanam dan merawat pohon. Menggunakan produk yang ramah lingkungan dan lebih kepada penggunaan transportasi umum atau jalan kaki.
Mengenai jumlah emisi gas rumah kaca Kota Bontang dapat diakses melalui link tiny.cc/GRKBontang. (Ar/An)










.jpg)
