- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Baim Wong Daftarkan Citayam Fashion Week ke HAKI, Ridwan Kamil Beri Pesan Menohok

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ikut menanggapi aktivitas anak-anak muda Sudirman Citayam Bojonggede Depok (SCBD). (Dok. Humas Jabar)
ANALOGNEWS.id - Ramai tren Citayam Fashion Week di kawasan Sudirman akhir-akhir ini mencuri perhatian jagat maya. Aktor Baim Wong juga turut mendaftarkan CFW ke HAKI Kemenkumham atas nama perusahaannya, PT Tiger Wong Entertainment.
Pemberitaan ini sampai menarik tanggapan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Dirinya berpendapat biarlah tren ini berkembang secara organik. Tanpa ada naungan di bawah suatu entitas bisnis.
"Dear Baim Wong dkk.
Baca Lainnya :
- Ledakan di Pabrik Pupuk Kaltim, Perusahaan Klaim Tak Berbahaya0
- Habib Rizieq Bebas, Disambut Keluarga di Petamburan0
- Jaga Kebersihan Pulau Malahing, DLH Siapkan TPS dan TPA0
- Perusahaan Wajib Penuhi Izin Lingkungan, DLH Genjot Sosialisasi0
- DLH Apresiasi Kesadaran Warga Malahing Jaga Ekosistem Laut, Hasman : Ini Patut Dicontoh0
Nasehat saya, tidak semua urusan di dunia ini harus selalu dilihat dari sisi komersial. Fenomena #CitayamFashionWeek itu adalah gerakan organik akar rumput yang tumbuh kembangnya harus natural dan organik pula," tulis Ridwan Kamil di akun Twitternya.
Dia mengatakan, jika hal ini diformalkan atau dimewahkan justru akan membuat gerakannya mati muda karena melenceng dari tujuan dan maksudnya.
"Biarkan ini jadi cerita, bahwa fashion jalanan tetap di jalanan. Bukan di Sarinah, bukan di podcast, bukan pula harus menginternasional. Biarkan tetap Slebew bukan Haute Couture," katanya.
Dia bilang, ada kalanya mereka hanya butuh ruang ekspresi. Dan tidak perlu negara turut campur terlalu jauh. Tidak perlu pula individu-individu di luar komunitasnya ikut-ikutan mengatur-ngatur.
Jikapun ingin diorganisasikan lebih baik, biarlah mereka sendiri yang mengurusnya melalui komunitasnya. "Oleh mereka bukan anda. Anda dan istri sudah hebat punya kerja-kerja luar biasa. Lanjutkan. Tapi bukan untuk inisiatif yang ini," imbuhnya.
"Saran saya, pendaftaran HAKI ke Kemenkumham dicabut saja. Terima kasih jika bisa memahaminya. Hatur Nuhun," tulis RK.
Menuai pro dan kontra akan jalur yang diambil, Baim angkat bicara.
"Yang kalian hrs Tau, Dan yg terpenting bonge, Roy, jeje Dan kurma ada di dalamnya. Saya kadang menyayangkan opini2 yg negatif ketika niat dan tujuan kita berbeda dgn pandangan sempit mereka. Budayakan mendengarkan org yg bersangkutan sblm melayangkan opini. Takutnya semua menjadi fitnah," tulis Baim lewat pesan singkat
Alasan Baim Wong mendaftarkan HAKI CFW demi memajukan fashion di Indonesia. Telebih istrinya, Paula merupakan seorang model yang familiar dengan dunia model.
Citayam Itu bukan milik saya. ini milik Indonesia. Saya hanyalah orang yg punya visi MENJADIKAN CITAYAM fashion week sbg AJANG ug mempunya wadah yg legal, Dan ga musiman. Dan yg paling pentingg ,bisa memajukan fashion Indonesia di mata dunia. Kenapa saya tergerak? Semua karena istri saya. Karena dia mengerti dunia fashion, Dan dia melihat Citayam fashion week ini adalah gerakan dimana org2 sudah mempedulikan fashion. dan ternyata di Indonesia, fashion ga harus mahal. dan mereka bangga memakainya. kebanggan," tambah Baim.
Menurutnya dengan mengambil keputusan seperti ini perlu dirincikan visi misi kedepannya. Bukan hanya semata-mata demi keuntungan belaka.
“Itu adalah achivement, Dan itu hrs dibudidayakan. Dengan apa? Orang2 seperti kita yg harus membantu mereka. Bkn karena kepentingan bisa dapet berapa? Tp visinya itu mau dibawa sejauh apa? Dan sejauh apa kita percaya dengan tujuan itu ? Apa manfaatnya ini untuk orang banyak? Terlalu banyak resiko, Karena membuat sesuatu menjadi besar pasti memerlukan biaya," lanjutnya. (*/An)










.jpg)
