- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Bupati Edi Mewujudkan Mimpi 6.265 Pelajar dengan Beasiswa Kukar Idaman

Keterangan Gambar : Bupati Edi Mewujudkan Mimpi 6.265 Pelajar dengan Beasiswa Kukar Idaman
ANALOGNEWS.id, TENGGARONG - Kutai Kartanegara, sebuah kabupaten di Kalimantan Timur, kini dikenal tidak hanya karena kekayaan alamnya, tetapi juga karena komitmennya terhadap pendidikan. Di bawah kepemimpinan Bupati Edi Damansyah, Program Beasiswa Kukar Idaman telah memberikan harapan bagi ribuan pelajar dan mahasiswa, membuka pintu menuju masa depan yang lebih cerah.
Program Beasiswa Kukar Idaman, yang diluncurkan pada tahun 2022, telah membantu ribuan anak muda Kutai Kartanegara untuk melanjutkan pendidikan mereka. Program ini mencakup berbagai jenjang pendidikan, dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi, dengan target ambisius seperti 1.000 mahasiswa dalam Skema Tematik dan 4.000 mahasiswa dengan bantuan stimulan. Hingga tahun 2024, sebanyak 6.265 penerima beasiswa telah merasakan manfaat dari program ini.
Dendy Irwan Fahriza, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setkab Kutai Kartanegara, menjelaskan bahwa sejak 2023, pendaftaran beasiswa dilakukan dalam dua tahap, yakni pada bulan Agustus dan Oktober. "Strategi ini sangat efektif. Banyak pelajar yang tidak lolos di Beasiswa Kaltim Tuntas masih memiliki kesempatan di tahap kedua Beasiswa Kukar Idaman," jelasnya. Anggaran untuk beasiswa tahun ini mencapai sekitar Rp30 miliar, yang disalurkan kepada hampir 3.000 penerima.
Baca Lainnya :
- Sukses Program Kukar Berkah Mentransformasi Pesantren dan Rumah Ibadah0
- WIZ Salurkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran di Maiwa0
- Perhatian Kepada Pelaku Usaha dan Nelayan di Kukar Edi-Rendi di Nilai Berhasil0
- Mulyana Dorong Perhatian Pemerintah untuk Daerah Pelosok dalam Pembangunan Infrastruktur0
- Dewan Apresiasi Program RLH Pemkab Kutim, Minta Jangkau Daerah Terpencil0
Novia Rahmadina Yuana, seorang mahasiswi Telkom University, adalah salah satu penerima beasiswa. "Semua biaya kuliah saya ditanggung oleh beasiswa ini, mulai dari uang pangkal hingga biaya laboratorium. Saya juga menerima uang saku bulanan yang sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," cerita Novia. Program ini tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga memberikan kesempatan bagi penerima untuk magang di Kantor Bupati Kukar, memberikan wawasan tentang pemerintahan dan peluang untuk berkontribusi kembali kepada daerah setelah lulus.
Muhammad Haikal Akbar Pratama Wahyudi, juga dari Telkom University, merasakan manfaat serupa. "Dengan adanya beasiswa ini, saya bisa berkuliah tanpa perlu khawatir tentang biaya pendidikan. Semua biaya kuliah ditanggung sepenuhnya, dan saya juga mendapatkan uang saku bulanan," kata Haikal.
Program Beasiswa Kukar Idaman tidak hanya fokus pada pendidikan tetapi juga pada kebutuhan pembangunan daerah. Dendy Irwan Fahriza menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mendukung sektor-sektor penting seperti pertanian, pariwisata, dan informatika. "Kami juga membutuhkan SDM yang memiliki keahlian di bidang informatika, psikologi, dan pertanahan," tambahnya. Program ini mengikat penerima beasiswa dengan kontrak untuk mengabdi minimal lima tahun setelah lulus, memastikan bahwa investasi besar pada sumber daya manusia tidak hilang ke daerah lain.
Salah satu tantangan utama adalah surat aktif kuliah yang hanya boleh digunakan untuk satu program beasiswa. "Ini menjadi masalah ketika mahasiswa sudah mendaftar di Beasiswa Kaltim Tuntas, mereka tidak bisa lagi mendaftar di Beasiswa Kukar Idaman," kata Dendy. Untuk mengatasi masalah ini, program beasiswa diadakan dalam dua tahap dalam setahun, memastikan lebih banyak pelajar dan mahasiswa mendapatkan kesempatan.
Bagi Bupati Edi Damansyah, keberhasilan program ini tidak hanya dilihat dari capaian target, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat. "Pesan Pak Bupati adalah jangan mengejar target capaian, tapi kejarlah dampak dari program tersebut," kata Dendy.
Program Beasiswa Kukar Idaman telah membuka banyak pintu kesempatan bagi pelajar dan mahasiswa untuk meraih masa depan yang lebih cerah. Dengan dukungan yang terus berlanjut, program ini akan terus menjadi pilar penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Kutai Kartanegara, menginspirasi generasi muda untuk berprestasi dan berkontribusi bagi kemajuan daerah mereka. (*)










.jpg)
