- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Banjir Hambat Roda Perekonomian Masyarakat samboja, Muhammad Samsun Sebut Lubang Tambang Biangnya

Keterangan Gambar : Muhammad Samsun Wakil Ketua DPRD Kaltim
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Adanya lubang tambang dianggap sebagai salah satu pemicu utama banjir yang melanda wilayah Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun pun menyebutkan Kondisi tersebut sudah tidak dapat dihindari lagi dan tentu akan menggangu roda perekonomian masyarakat.
Meskipun upaya normalisasi sungai hingga perbaikan parit atau tempat aliran air dari pemerintah sudah digalakkan, tapi langkah itu belum membuahkan hasil positif untuk masyarakat.
Baca Lainnya :
- Penyebaran Informasi Masih Minim, Rusman Ya\'qub : DPRD Kaltim Harus Update Trrhadap Informasi Sedan0
- Dinilai Berpotensi Tingkatkan PAD, Sapto Dorong Pengembangan Sektor Pariwisata di Kaltim0
- Seno Aji Dorong Pelaku Jasa Kontruksi Lokal Diprioritaskan Badan Otorita Selama Proses Pembangunan I0
- Budaya dan Kesenian Beranekaragaman, Puji Minta pemprov Terlibat Lestarikan Kesenian dan Budaya Lok0
- DPRD Minta Kualitas Sarana-prasarana Pendidikan di Daerah Terpencil Diperhatikan 0
“Perbaikan terus-menerus dilakukan, tapi banjir tetap saja terjadi. Itu dikarenakan daerah resapan air dari alam sudah mulai berkurang akibat tambang,” kata Samsun, beberapa waktu lalu
Legislator dapil Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) itu berharap masyarakat mampu melindungi diri dari bencana alam akibat aktivitas tambang yang tidak dapat diprediksikan termasuk banjir.
“Begitu pula dengan pengusaha tambang, harus bisa paham akibat dampak negatif dari pertambangan di dekat pemukiman warga,” ujarnya.
“Pemerintah sudah maksimal mengatasi persoalan banjir, memperhatikan aliran air hingga pembangunan tanggul demi kesejahteraan rakyat tapi tetap saja terjadi,” tandasnya.(Adv)










.jpg)
