- Turnamen Voli Putri Bontang Jadi Wadah Pemberdayaan Perempuan dan UMKM
- Kapal Fiber dan Jaring Gillnet Disiapkan, DKP3 Bontang Dorong Produktivitas KUB Nelayan
- DKP3 Perkuat Pengawasan Distribusi MBG, Pastikan Makanan Aman hingga Diterima Siswa
- Pemkot Serahkan Penanganan Sengketa Kapal Roro ke Kejaksaan, Neni: Itu Aset Pemerintah
- DKP3 Dorong Produktivitas Peternakan, Bantuan Kambing dan Pakan Difokuskan untuk Pengembangan Ternak
- DKP3 Libatkan Lintas OPD Susun FSVA 2026, Data Ketahanan Pangan Tiap Kelurahan Diverifikasi
- Libatkan Pelajar dalam Perintis Anti Narkoba, Wali Kota Bontang Pastian Pengurus Bebas Narkoba
- DKP3 Gandeng Universitas Brawijaya Kembangkan BONTAMI, Perkuat Hilirisasi Rumput Laut Bontang
- DP3AKB Bontang Sosialisasikan Aplikasi Si SAKA, Permudah Masyarakat Laporkan Dugaan Kekerasan
- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
Andi Satya Dorong Pengoperasian Kembali RS Islam Samarinda

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra. (Foto : Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Anggota Dewan Perwakialan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Andi Satya Adi Saputra, menyoroti permasalahan antrean panjang yang sering terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Wahab Sjahranie (AWS), Kota Samarinda. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan di Samarinda belum berjalan optimal.
Sebagai solusi, Andi Satya mengusulkan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim segera mengoperasikan kembali Rumah Sakit (RS) Islam yang telah lama tidak berfungsi.
“RS Islam merupakan salah satu rumah sakit andalan di Kota Samarinda. Jika diaktifkan kembali, rumah sakit ini bisa menjadi alternatif bagi masyarakat dan membantu mengurangi beban RSUD AWS,” ujar Andi Satya.
Menurut Andi Satya, RS Islam dapat memberikan pilihan layanan kesehatan yang lebih terjangkau bagi masyarakat Samarinda. Selain itu, keberadaan rumah sakit ini akan memastikan masyarakat dari berbagai lapisan sosial dapat mengakses pelayanan kesehatan yang memadai.
“Dengan mengoperasikan kembali RS Islam, tidak hanya beban RSUD AWS yang akan berkurang, tetapi juga masyarakat akan memiliki akses yang lebih luas ke layanan kesehatan yang layak,” terangnya.
Andi Satya menegaskan bahwa isu kesehatan harus menjadi prioritas utama pemerintah. Ia menilai penting bagi pemerintah untuk memberikan solusi konkret agar masyarakat bisa menikmati hak dasar mereka atas layanan kesehatan.
“Kesehatan adalah hak setiap warga. Pemerintah harus memastikan bahwa semua orang, tanpa terkecuali, bisa mendapatkan layanan medis yang baik dan terjangkau,” tandasnya.
Andi Satya berharap usulan pengaktifan kembali RS Islam dapat segera direalisasikan oleh Pemprov Kaltim. Langkah ini dinilai sebagai salah satu upaya nyata untuk memperbaiki sistem kesehatan di Kaltim, khususnya di Samarinda.
“Isu kesehatan tidak bisa diabaikan. Pemerintah perlu menunjukkan komitmennya dengan memberikan fasilitas kesehatan yang lebih merata dan mudah diakses oleh masyarakat,” tutupnya. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
