- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Andi Satya Adi: Pemprov Harus Segera Penuhi Kebutuhan Dokter

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) masih menghadapi kekurangan tenaga medis untuk memenuhi standar pelayanan kesehatan. Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra.
Menurutnya, kebutuhan dokter di Kaltim mencapai sekitar 4.000 orang. Namun saat ini, jumlah dokter yang tersedia baru sekitar 2.000 orang. “Kita kekurangan. Kalau hanya mengandalkan lulusan lokal, akan makan waktu lama untuk menutup kekosongan ini,” jelas Adi.
Politikus yang juga berlatar belakang dokter ini mendesak Dinas Kesehatan dan Pemprov Kaltim segera menyusun peta jalan (roadmap) pemenuhan tenaga medis, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Baca Lainnya :
- Andi Satya Adi Soroti Dampak Kehamilan Usia Muda dan Stunting0
- DPRD Kaltim Dorong Pendidikan dan Infrastruktur untuk Kesejahteraan Berau0
- DPRD Kaltim Desak Pemprov Selamatkan Operasional Rumah Sakit Islam Samarinda0
- DPRD Kaltim Dorong Pengadaan Alat Kesehatan di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan0
- Komisi II DPRD Kaltim Dorong Program Ternak Lestari Ayam untuk Perkuat Ketahanan Pangan Desa0
Untuk solusi sementara, ia menyarankan agar pemerintah bekerja sama dengan perguruan tinggi lokal seperti Universitas Mulawarman (Unmul) dan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), serta kampus di luar daerah guna memenuhi kebutuhan tenaga medis.
Sementara untuk jangka panjang, Pemprov diminta menyiapkan program beasiswa khusus bidang kesehatan dengan skema ikatan dinas bagi putra-putri daerah. “Tujuannya agar mereka kembali dan mengabdi, terutama di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar),” tegasnya.
Saat ini, sebagian besar dokter terkonsentrasi di kota-kota besar seperti Samarinda, Balikpapan, dan Bontang. Sedangkan daerah seperti Mahakam Ulu (Mahulu) dan Kutai Barat (Kubar) masih sangat kekurangan. “Pelayanan kesehatan di kota sudah cukup baik, tapi di daerah terpencil kondisinya memprihatinkan. Perlu insentif tambahan agar tenaga medis mau bertugas di sana,” ucapnya.
Selain itu, Adi juga mendorong optimalisasi layanan digital, termasuk telemedisin, untuk menjangkau wilayah dengan akses terbatas. “Kementerian Kesehatan sudah jalankan program telemedisin. Dengan adanya Wifi gratis dari Pemprov, layanan ini harus dimaksimalkan,” pungkasnya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
