- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
DPRD Kaltim Dorong Pengadaan Alat Kesehatan di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan

Keterangan Gambar : Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Jahidin. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) hingga kini belum mengalokasikan anggaran pengadaan alat kesehatan (alkes) untuk RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan, yang berfungsi sebagai pusat layanan jantung terpadu.
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Jahidin, menilai pembangunan fisik rumah sakit sudah selesai, namun tanpa dukungan peralatan medis yang memadai, gedung tersebut hanya menjadi bangunan kosong.
Ia mengingatkan bahwa pengadaan alkes harus menjadi prioritas dan segera dimasukkan dalam APBD agar pelayanan kesehatan jantung terpadu dapat berjalan optimal dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Baca Lainnya :
- Komisi II DPRD Kaltim Dorong Program Ternak Lestari Ayam untuk Perkuat Ketahanan Pangan Desa0
- DPRD Kaltim Desak Pengembang Segera Bangun Masjid di Grand City Balikpapan0
- Peran Orang Tua dan Posyandu Kunci Tekan Angka Stunting di Kaltim0
- Fadly Imawan: Pemindahan ASN ke IKN Harus Beri Manfaat Nyata untuk Kaltim0
- Ananda Emira Ajak Mahasiswa UINSI Jadi Agen Perubahan0
Jahidin juga menyoroti lemahnya integrasi perencanaan antara pembangunan fisik, pengadaan alat, dan sumber daya manusia, yang berpotensi menyebabkan rumah sakit mangkrak tanpa fungsi maksimal.
Pihaknya berkomitmen mengawal proses pengadaan dan pembangunan RSUD tersebut agar bisa menjadi rumah sakit rujukan unggulan di wilayah timur Indonesia.
Ia menegaskan pentingnya setiap tahap pembangunan dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai standar layanan kesehatan demi pelayanan yang optimal. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
