- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
DPRD Kaltim Dorong Pengadaan Alat Kesehatan di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan

Keterangan Gambar : Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Jahidin. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) hingga kini belum mengalokasikan anggaran pengadaan alat kesehatan (alkes) untuk RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan, yang berfungsi sebagai pusat layanan jantung terpadu.
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Jahidin, menilai pembangunan fisik rumah sakit sudah selesai, namun tanpa dukungan peralatan medis yang memadai, gedung tersebut hanya menjadi bangunan kosong.
Ia mengingatkan bahwa pengadaan alkes harus menjadi prioritas dan segera dimasukkan dalam APBD agar pelayanan kesehatan jantung terpadu dapat berjalan optimal dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Baca Lainnya :
- Komisi II DPRD Kaltim Dorong Program Ternak Lestari Ayam untuk Perkuat Ketahanan Pangan Desa0
- DPRD Kaltim Desak Pengembang Segera Bangun Masjid di Grand City Balikpapan0
- Peran Orang Tua dan Posyandu Kunci Tekan Angka Stunting di Kaltim0
- Fadly Imawan: Pemindahan ASN ke IKN Harus Beri Manfaat Nyata untuk Kaltim0
- Ananda Emira Ajak Mahasiswa UINSI Jadi Agen Perubahan0
Jahidin juga menyoroti lemahnya integrasi perencanaan antara pembangunan fisik, pengadaan alat, dan sumber daya manusia, yang berpotensi menyebabkan rumah sakit mangkrak tanpa fungsi maksimal.
Pihaknya berkomitmen mengawal proses pengadaan dan pembangunan RSUD tersebut agar bisa menjadi rumah sakit rujukan unggulan di wilayah timur Indonesia.
Ia menegaskan pentingnya setiap tahap pembangunan dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai standar layanan kesehatan demi pelayanan yang optimal. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
