Andi Satya Adi Soroti Dampak Kehamilan Usia Muda dan Stunting

By Redaksi 21 Agu 2025, 22:52:51 WIB DPRD Kaltim
Andi Satya Adi Soroti Dampak Kehamilan Usia Muda dan Stunting

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra. (Foto: Ist)


ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, menyoroti dampak negatif kehamilan usia muda yang dinilai tidak hanya memengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi pasangan, tetapi juga meningkatkan risiko kesehatan anak, terutama terkait stunting.

“Pasangan yang menikah dan hamil di usia muda sering kali belum memiliki kesiapan mental, sosial, maupun ekonomi untuk membesarkan anak secara optimal,” jelas Andi.

Menurutnya, kurangnya kesiapan dan minimnya perhatian terhadap kesehatan serta nutrisi selama masa kehamilan menjadi salah satu pemicu stunting, yakni kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang berpengaruh pada perkembangan fisik dan kognitif anak.

Baca Lainnya :

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, anak-anak yang lahir dari ibu berusia muda memiliki risiko stunting lebih tinggi dibandingkan anak dari ibu yang lebih matang secara ekonomi dan sosial. “Kurangnya akses layanan kesehatan, rendahnya kesadaran akan pentingnya gizi, serta kondisi lingkungan yang kurang mendukung turut memperparah risiko tersebut,” ujarnya.

Andi menekankan pentingnya perencanaan keluarga dengan mempertimbangkan kesiapan ekonomi, pendidikan, dan pemahaman kesehatan reproduksi. “Kehamilan bukan hanya tanggung jawab ibu, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari suami dan keluarga,” tambahnya.

Ia mendorong pemerintah memperkuat program kesehatan ibu dan anak, termasuk pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil, pemeriksaan kehamilan rutin, serta edukasi gizi yang mudah diakses hingga ke daerah terpencil.

“Nutrisi yang baik, seperti zat besi, asam folat, protein, dan mikronutrien lainnya, sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan,” tegasnya.

Selain itu, edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja perlu digencarkan, khususnya di sekolah-sekolah, agar mereka memahami risiko kehamilan dini dan pentingnya kesiapan berkeluarga.

“Ini adalah investasi penting untuk masa depan generasi kita. Dengan kolaborasi antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat, kita bisa menekan angka kehamilan usia muda sekaligus menurunkan prevalensi stunting di Indonesia,” pungkasnya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.