- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Andi Satya Adi Soroti Dampak Kehamilan Usia Muda dan Stunting

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, menyoroti dampak negatif kehamilan usia muda yang dinilai tidak hanya memengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi pasangan, tetapi juga meningkatkan risiko kesehatan anak, terutama terkait stunting.
“Pasangan yang menikah dan hamil di usia muda sering kali belum memiliki kesiapan mental, sosial, maupun ekonomi untuk membesarkan anak secara optimal,” jelas Andi.
Menurutnya, kurangnya kesiapan dan minimnya perhatian terhadap kesehatan serta nutrisi selama masa kehamilan menjadi salah satu pemicu stunting, yakni kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang berpengaruh pada perkembangan fisik dan kognitif anak.
Baca Lainnya :
- DPRD Kaltim Dorong Pendidikan dan Infrastruktur untuk Kesejahteraan Berau0
- DPRD Kaltim Desak Pemprov Selamatkan Operasional Rumah Sakit Islam Samarinda0
- DPRD Kaltim Dorong Pengadaan Alat Kesehatan di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan0
- Komisi II DPRD Kaltim Dorong Program Ternak Lestari Ayam untuk Perkuat Ketahanan Pangan Desa0
- DPRD Kaltim Desak Pengembang Segera Bangun Masjid di Grand City Balikpapan0
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, anak-anak yang lahir dari ibu berusia muda memiliki risiko stunting lebih tinggi dibandingkan anak dari ibu yang lebih matang secara ekonomi dan sosial. “Kurangnya akses layanan kesehatan, rendahnya kesadaran akan pentingnya gizi, serta kondisi lingkungan yang kurang mendukung turut memperparah risiko tersebut,” ujarnya.
Andi menekankan pentingnya perencanaan keluarga dengan mempertimbangkan kesiapan ekonomi, pendidikan, dan pemahaman kesehatan reproduksi. “Kehamilan bukan hanya tanggung jawab ibu, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari suami dan keluarga,” tambahnya.
Ia mendorong pemerintah memperkuat program kesehatan ibu dan anak, termasuk pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil, pemeriksaan kehamilan rutin, serta edukasi gizi yang mudah diakses hingga ke daerah terpencil.
“Nutrisi yang baik, seperti zat besi, asam folat, protein, dan mikronutrien lainnya, sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan,” tegasnya.
Selain itu, edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja perlu digencarkan, khususnya di sekolah-sekolah, agar mereka memahami risiko kehamilan dini dan pentingnya kesiapan berkeluarga.
“Ini adalah investasi penting untuk masa depan generasi kita. Dengan kolaborasi antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat, kita bisa menekan angka kehamilan usia muda sekaligus menurunkan prevalensi stunting di Indonesia,” pungkasnya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
