- Turnamen Voli Putri Bontang Jadi Wadah Pemberdayaan Perempuan dan UMKM
- Kapal Fiber dan Jaring Gillnet Disiapkan, DKP3 Bontang Dorong Produktivitas KUB Nelayan
- DKP3 Perkuat Pengawasan Distribusi MBG, Pastikan Makanan Aman hingga Diterima Siswa
- Pemkot Serahkan Penanganan Sengketa Kapal Roro ke Kejaksaan, Neni: Itu Aset Pemerintah
- DKP3 Dorong Produktivitas Peternakan, Bantuan Kambing dan Pakan Difokuskan untuk Pengembangan Ternak
- DKP3 Libatkan Lintas OPD Susun FSVA 2026, Data Ketahanan Pangan Tiap Kelurahan Diverifikasi
- Libatkan Pelajar dalam Perintis Anti Narkoba, Wali Kota Bontang Pastian Pengurus Bebas Narkoba
- DKP3 Gandeng Universitas Brawijaya Kembangkan BONTAMI, Perkuat Hilirisasi Rumput Laut Bontang
- DP3AKB Bontang Sosialisasikan Aplikasi Si SAKA, Permudah Masyarakat Laporkan Dugaan Kekerasan
- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
Aksi Penipuan Catut Nama Pejabat Sedang Marak, Abdulloh: Masyarakat Harus Waspada

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Abdulloh. (Foto : Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Aksi penipuan dengan modus mencatut nama pejabat dan Anggota DPRD kembali marak di Kalimantan Timur. Salah satu korban terbaru adalah Abdulloh, anggota DPRD Kaltim, yang namanya disalahgunakan oleh oknum tak bertanggung jawab di media sosial Facebook.
Menggunakan nama dan foto profil Abdulloh, pelaku mencoba menghubungi warga Balikpapan, yang menjadi daftar teman di media sosialnya, dengan maksud meminta sesuatu. Modus ini membuat geram Abdulloh, yang juga mantan Ketua DPRD Kota Balikpapan.
“Atas nama pribadi, saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat, khususnya warga Balikpapan, yang telah menjadi sasaran oknum tidak bertanggung jawab ini,” ungkap Abdulloh.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan permintaan semacam itu melalui media sosial. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat tetap waspada terhadap aksi-aksi serupa.
Abdulloh mengimbau warga agar selalu berhati-hati saat menerima pesan yang mencurigakan. Ia juga menyarankan masyarakat untuk melakukan konfirmasi langsung jika mendapatkan permintaan yang mengatasnamakan dirinya.
“Silakan konfirmasi langsung ke saya melalui telepon atau WhatsApp. Jangan sampai menjadi korban penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Menurut Abdulloh, tindakan penipuan semacam ini tidak hanya merugikan secara material, tetapi juga mencoreng nama baik pejabat yang dicatut. Ia berharap masyarakat semakin cermat dan kritis terhadap berbagai modus penipuan yang terus berkembang.
Fenomena pencatutan nama pejabat ini menjadi perhatian serius di tengah meningkatnya aktivitas digital masyarakat. Selain meningkatkan kewaspadaan, Abdulloh mengajak semua pihak untuk melaporkan kejadian serupa kepada pihak berwajib guna mencegah hal serupa terjadi di masa mendatang.
“Jaga kehati-hatian, jangan mudah percaya, dan pastikan untuk selalu memverifikasi kebenaran informasi yang diterima,” tutup Abdulloh. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
