- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
2,65 Miliar Data Pengguna Chrome Terancam Dirampok Hacker
Diumumkan Langsung Oleh Google Pada Blog Resminya

Keterangan Gambar : internet
ANALOGNEWS.id - Beberapa waktu lalu Google mengumumkan ada celah
keamanan pada Chrome. Ini mengancam 2,65 miliar yang menjadi penggunanya.
Pada blog resminya, Google mengatakan adanya eksploitasi 'zero
day' ke-11 untuk Chrome pada tahun ini. Celah tersebut berdampak pada pengguna
Linux, macOS dan Windows.
Zero day berarti peretas disebut sudah bisa mengeksploitasi
kerentanan bahkan sebelum Google bisa meluncurkan perbaikannya. Dengan begitu
ancaman ini begitu berbahaya dari masalah keamanan lainnya.
Baca Lainnya :
- Elonk Musk Jadi Orang Terkaya di Dunia, Kekayaannya Kalahkan Bos Amazon0
- Timnas Lolos Melaju ke Babak Ketiga Kualifikasi Piala Asia Setelah Pecundangi Taiwan 3-00
- Tak Lolos TWK, Pegawai KPK Beralih Jadi Penjual Nasi Goreng0
- Instagram Bakal Hadirkan Fitur Untuk Menjauhi Konten Berbahaya 0
- Sirkuit Mandalika Untuk 25 Ribu Penonton dan Wajib Vaksin0
Google menambahkan pihaknya
sadar eksploitasi pada kerentanan dengan kode CVE-2021-37973 ada di alam liar.
Namun raksasa mesin pencarian itu juga merahasiakan detail terkait masalah
tersebut.
Perusahaan beralasan ini jadi cara melindungi pengguna, di saat
bersamaan memberi waktu pada perusahaan melakukan upgrade, dikutip Forbes,
Selasa (12/10/2021).
Forbes mencatat zero daya yang jadi kerentanan Use After Free
(UAF) lainnya jadi jalan bagi peretas untuk beberapa bulan terakhir. Tercatat
ada 10 kerentanan UAF Chrome yang ditemukan pada bulan September.
Kerentanan UF adalah eksploitasi memori, yakni program gagal
menghapus penunjuk memori setelah dibebaskan.
Saat masalah terjadi, Google meluncurkan perbaikan kritis dan
mengatakan seluruh pengguna bisa mendapatkannya secara bersamaan.
Sebagai informasi, jika kamu pengguna Chrome dapat mengecek apakah
terlindungi dengan menuju ke Settings > Help > About Google.
Apabila yang terlihat Chrome versi 94.0.4606.61 atau lebih tinggi, berarti kamu
aman.
Jika pembaruan belum tersedia maka kamu harus mengeceknya secara
berkala. Apabila sudah bisa diupdate, Chrome perlu direstart untuk bisa
menerapkan perbaikannya.










.jpg)
