- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Tak Kunjung Tersentuh Pemerintah, Warga BK Perbaiki Sendiri Jembatan Rusak
.jpg)
Keterangan Gambar : Masyarakat perbaiki jembatan ditengah guyuran hujan, Selasa (20/6/2023)
ANALOGNEWS.id - Warga Kelurahan Bontang Kuala swadaya memperbaiki jembatan rusak di kampung wisata Bontang Kuala, Selasa (20/6/2023).
Masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Bontang Kuala Bersatu (MBKB) bersama komunitas Becak Motor Wisata (BMW) melakukan perbaikan jembatan yang rusak dan mengganti papan jembatan yang mulai rapuh.

Baca Lainnya :
- Kantor Imigrasi Tarakan Sosialisasikan TPPO ke 600 Mahasiswa Universitas Borneo0
- FSPKEP Ancam Gelar Aksi Lanjutan Jika Tiga CS RUSD Taman Husada Bontang yang di PHK Tidak Diterima0
- Ganjar Resmi Diusung PDIP di Pilpres 20240
- Beri Dukungan ke Indonesia, Liga Arab Ultimatum FIFA0
- Pembangunan IPA Disebut Solusi Atasi Krisis Air Bersih di Bontang0
Kepala Departemen Kepemudaan dan Sumberdaya Manusia MBKB Usman mengatakan, kerja bakti ini mereka lakukan dengan inisiatif sendiri. Tanpa bantuan anggaran pemerintah.
Padahal, daerah itu merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Bontang.
"Inisiatif warga, gotong royong dan beli kayu urunan dari Bentor," ujar Usman.
Hujan yang mengguyur Bontang Kuala pada Selasa pagi tak menyurutkan semangat warga untuk terus bekerja. Perbaikan jembatan terus dilakukan tanpa menghiraukan pakaian yang kuyup karena hujan.
Mengganti papan jembatan yang lapuk. Tambal sulam yang bolong.
"Kami perbaiki jembatan karena membahayakan warga dan pengunjung yang datang," kata Usman.
Dia pun berharap pemerintah memperhatikan hal itu, dan melakukan perbaikan secara menyeluruh. Sebab, kerusakan jembatan telah lama dikeluhkan oleh masyarakat.
"Ini sudah lama rusak, tapi tidak ada perhatian pemerintah," ungkapnya. (*)










.jpg)
