- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Sujiati Dorong Partisipasi Perempuan dalam Perencanaan Pembangunan di PPU

Keterangan Gambar : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara, Sujiati. (*)
ANALOGNEWS.id, PENAJAM - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara, Sujiati, menegaskan pentingnya keterlibatan perempuan dalam pembangunan, khususnya dalam tahap perencanaan kota.
Menurut Sujiati, partisipasi kaum perempuan tidak hanya memperkaya sudut pandang dalam pengambilan keputusan, tetapi juga memperkuat fondasi pembangunan daerah secara menyeluruh.
“Kami menilai partisipasi perempuan dalam pembangunan sangat penting, terutama dalam tahapan perencanaan. Dengan adanya perspektif perempuan, usulan program dapat lebih beragam dan inklusif,” ujar Sujiati.
Ia menambahkan bahwa perempuan seringkali membawa sudut pandang yang berbeda dari laki-laki, dengan pendekatan yang lebih sensitif, teliti, dan adil dalam menyusun program-program.
Sujiati menyoroti bahwa fokus usulan program dari perspektif perempuan cenderung lebih mengutamakan kesejahteraan sosial dan pembangunan sumber daya manusia (SDM).
“Selain pembangunan infrastruktur, saya sangat mendorong adanya perhatian lebih terhadap pengembangan SDM perempuan di Kabupaten PPU. Dengan program yang berkelanjutan, kita dapat memberdayakan perempuan untuk meningkatkan ekonomi lokal melalui usaha kecil dan home industri,” lanjutnya.
Menurut Sujiati, pembangunan yang sukses tidak hanya dilihat dari aspek infrastruktur, tetapi juga dari kesejahteraan masyarakatnya.
“Pembangunan ekonomi kerakyatan seperti home industri perlu diprioritaskan. Program-program ini harus diarahkan untuk bisa mengangkat perekonomian masyarakat di masing-masing daerah,” tambahnya.
Sujiati mengajak kaum perempuan untuk aktif memantau dan terlibat dalam penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD). Ia menekankan bahwa dalam ADD terdapat porsi anggaran yang seharusnya dimanfaatkan untuk program-program yang mendukung perempuan.
“Saya mengimbau agar perempuan berdiskusi dengan kepala desa sehingga alokasi anggaran tersebut benar-benar menyentuh kebutuhan dan aspirasi mereka,” tutupnya. (Adv)










.jpg)
