- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Sri Puji Soroti Pendidikan dan Pelatihan bagi Masyarakat Miskin

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti. (Foto : ARD)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menyoroti pentingnya pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat miskin untuk mengatasi kesenjangan sosial dan mengurangi angka pengangguran.
Puji sapaan akrabnya, menegaskan bahwa banyak warga miskin kesulitan mendapatkan pekerjaan karena tidak memiliki ijazah atau keterampilan yang memadai.
"Anak-anak dari keluarga miskin sering kali tidak bersekolah, sehingga mereka sulit mencari pekerjaan. Kita harus memastikan mereka mendapatkan kesempatan pelatihan agar memiliki keterampilan yang bisa digunakan untuk bekerja," jelas Puji.
Menurutnya, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) sudah menyediakan pelatihan keterampilan tanpa syarat, baik bagi penyandang disabilitas, masyarakat tanpa ijazah, maupun mereka yang berusia dewasa.
Namun, kuota pelatihan masih terbatas, sehingga perlu ada upaya lebih lanjut untuk memperluas akses bagi masyarakat yang membutuhkan.
Puji menambahkan bahwa tantangan terbesar dalam program ini adalah rendahnya minat masyarakat terhadap pelatihan keterampilan.
Banyak di antara mereka yang sudah terbiasa dengan pola hidup di jalan dan mendapatkan uang dengan cara yang kurang baik, sehingga enggan mengikuti pelatihan.
"Inilah tugas kita bersama, dari tingkat RT hingga kecamatan, untuk mensosialisasikan pentingnya pelatihan keterampilan agar mereka bisa siap bekerja," tegasnya.
Ia berharap Pemkot Samarinda bersama instansi terkait dapat lebih aktif dalam menjaring warga yang membutuhkan pelatihan dan memastikan program ini berjalan efektif.
"Kalau mereka bisa mendapatkan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri, tentu peluang mereka untuk mendapatkan pekerjaan akan jauh lebih besar," tandasnya. (ARD/Adv/DPRDSamarinda)










.jpg)
