- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Sosialisasi Wawasan Kebangsaan: Langkah Kecil Menuju Persatuan

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Baharuddin Muin saat menggelar Sosbang di Kelurahan Nanang, Penajam. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS. id, PENAJAM - Minggu (17/11/2024), suasana di Perumahan Linda Regency, RT 016, Kelurahan Nanang, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), terasa berbeda. Warga yang biasanya hanya berinteraksi sehari-hari, kali ini berkumpul dalam acara yang membawa misi besar: memperkuat persatuan bangsa melalui pemahaman wawasan kebangsaan.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Baharuddin Muin, menjadi pendorong utama acara ini. Di hadapan ratusan warga, yang terdiri dari tokoh masyarakat, Ketua RT, dan masyarakat setempat, Baharuddin mengadakan sosialisasi wawasan kebangsaan untuk pertama kalinya di kawasan tersebut.
Tema yang diangkat sederhana namun penuh makna: pentingnya pemahaman terhadap empat konsensus kebangsaan yang menjadi dasar negara Indonesia—Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.
Baca Lainnya :
- DPRD Kaltim Dukung Kolaborasi Percepatan SBS dan Penurunan Stunting0
- Jual Beli BBM Eceran Marak di Kaltim, Fuad Fakhruddin Minta Oknum Ditindak Tegas0
- Bankeu Rp500 Miliar untuk Samarinda, Harapan Baru Atasi Banjir dan Pembangunan Kota0
- Sambut IKN, Nur Hadi Saputra Ajak Pengusaha Muda Balikpapan Lebih Percaya Diri0
- Membangun Masa Depan Kaltim Melalui Pengelolaan Kawasan Pesisir yang Berkelanjutan0
Dalam suasana yang akrab namun penuh keseriusan, Baharuddin membuka acara dengan pesan yang sangat relevan untuk zaman sekarang.
“Penting bagi kita untuk terus menyosialisasikan wawasan kebangsaan ini, karena nilai-nilai kebangsaan kita sudah mulai pudar di tengah masyarakat," tegasnya, mengingatkan betapa mendalamnya peran konsensus kebangsaan dalam menjaga keutuhan bangsa.
Acara yang berlangsung dengan penuh semangat ini juga diisi oleh dua pemateri, Sayyid Hasan dan Bahrul M, yang menyampaikan materi mengenai pentingnya menghidupkan empat pilar kebangsaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun sederhana, acara ini berhasil menyentuh banyak hati dan mengundang perhatian yang mendalam dari para peserta.
Sebagai politisi asal Penajam, Baharuddin mengungkapkan keprihatinannya terhadap generasi muda yang dianggap mulai kehilangan pemahaman tentang Pancasila dan makna mendalam dari empat konsensus kebangsaan. "Generasi muda kita perlu lebih memahami bukan hanya teks Pancasila, tetapi juga esensinya. Pancasila adalah benteng kita dalam menghadapi ragam perbedaan," ujarnya dengan penuh keyakinan.
Pancasila, menurutnya, bukan hanya sebagai dasar negara, melainkan sebagai alat pemersatu bangsa yang majemuk. "Kita berbeda suku, agama, budaya, dan bahasa, namun dengan Pancasila, kita tetap bisa bersatu sebagai satu bangsa," tambahnya.
Baharuddin tidak hanya berbicara dalam kerangka idealisme. Ia mengajak masyarakat untuk menjaga agar nilai-nilai kebangsaan tidak tergerus oleh pengaruh luar yang dapat memecah belah.
Ia pun mendorong agar wawasan kebangsaan lebih diperkenalkan melalui sistem pendidikan, agar sejak dini anak-anak dapat dibekali dengan pemahaman yang utuh mengenai identitas bangsa.
Lebih lanjut, Baharuddin menekankan pentingnya memahami dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ia menuturkan, “Mari kita ajarkan kepada anak-anak kita, generasi muda kita, untuk lebih memahami dan mendalami Pancasila. Jangan hanya sekadar mengakui, tapi juga mengerti apa maknanya. Kita memang berbeda, tetapi kita tetap satu dalam bingkai NKRI.”
Kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan ini menegaskan kembali pentingnya upaya bersama untuk memperkokoh persatuan bangsa. Bagi Baharuddin, langkah kecil seperti ini sangat penting dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, ia berharap nilai-nilai kebangsaan dapat terus hidup dan dipertahankan, terutama oleh generasi mendatang yang akan menjadi penerus bangsa.
"Sosialisasi wawasan kebangsaan ini adalah investasi jangka panjang untuk bangsa kita. Agar anak cucu kita dapat terus menikmati persatuan, keharmonisan, dan kedamaian yang telah kita perjuangkan," tutup Baharuddin, dengan semangat yang menggebu.
Kegiatan seperti ini, meskipun tampak sederhana, memiliki dampak yang jauh lebih besar. Membangun kesadaran tentang pentingnya persatuan dan pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan adalah langkah kecil namun krusial yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa Indonesia tetap utuh sebagai bangsa yang besar dan beragam. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
