- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Sinergi untuk Kaltim, Harapan Ketua DPRD dalam Pembentukan AKD 2024-2029

Keterangan Gambar : Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud. (Foto: HUMAS Sekretariat DPRD Kaltim)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Di tengah kesibukan agenda politik yang padat, sebuah proses penting tengah berlangsung di Gedung Dewan Perwakilam Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim). Pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) untuk masa jabatan 2024-2029 menjadi sorotan utama, karena struktur inilah yang akan menggerakkan roda pemerintahan daerah dalam lima tahun ke depan.
Meskipun masih dalam tahap pembahasan, Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Hamas ini optimis bahwa pembentukan AKD yang baru akan membawa perubahan signifikan, khususnya dalam hubungan antara legislatif dan eksekutif.
“AKD yang terbentuk bisa saling bersinergi dengan pemerintah daerah, mempercepat pembangunan, dan tentunya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kaltim,” kata Hamas dengan penuh keyakinan saat berbincang dengan sejumlah awak media.
Bagi Hamas, sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah bukan sekadar jargon politik. Ia meyakini bahwa kolaborasi yang solid antara kedua lembaga tersebut adalah kunci untuk menciptakan perubahan yang nyata bagi rakyat.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap komisi dan badan di AKD dapat menjalankan tugasnya dengan penuh profesionalisme dan transparansi," lanjutnya.
Menurutnya, transparansi dalam setiap proses pengambilan keputusan dan pengawasan yang ketat akan mempermudah pencapaian tujuan bersama.
Sebagai politisi senior dari Partai Golkar, Hamas tidak hanya mengandalkan retorika, tetapi juga komitmen untuk menjalankan fungsinya dengan baik. Di balik optimisme yang ia tunjukkan, ada keseriusan dalam memastikan bahwa setiap anggota AKD dapat bekerja dengan dedikasi tinggi.
"Tugas yang diemban masing-masing komisi dan badan sangat penting. Kami ingin memastikan semuanya bekerja sesuai dengan fungsinya, tidak hanya untuk formalitas," tegasnya.
Hamas menilai, AKD bukan sekadar struktur organisasi di DPRD, melainkan instrumen yang akan mendukung kebijakan pemerintah daerah, memastikan bahwa kebijakan yang diambil berpihak kepada rakyat, dan menjaga agar pembangunan di Kaltim terus berjalan dengan baik.
“DPRD Kaltim harus menjadi mitra strategis pemerintah daerah, bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai kekuatan yang mendukung kemajuan daerah," tambahnya.
Di tengah segala tantangan yang ada, Hamas tetap memegang prinsip bahwa DPRD Kaltim harus bekerja tanpa kenal lelah demi kepentingan masyarakat. Pembentukan AKD yang tepat, menurutnya, adalah langkah pertama menuju pemerintahan yang lebih baik dan responsif terhadap kebutuhan rakyat.
“Dengan AKD yang solid dan bekerja dengan integritas tinggi, kami berharap dapat membawa perubahan yang lebih cepat, lebih baik, untuk Kaltim,” ungkapnya dengan harapan besar.
Tentu saja, harapan ini bukan sekadar harapan kosong. Ia mengajak seluruh anggota dewan untuk terus berkomitmen pada nilai-nilai yang mendorong pemerintahan yang bersih dan transparan.
"DPRD Kaltim akan terus berkomitmen untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerintahan yang baik dan memperjuangkan kepentingan rakyat Kaltim," tutup Hamas dengan tegas, menunjukkan bahwa perjalanan panjang menuju Kaltim yang lebih baik baru saja dimulai. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
