- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Salehuddin: Wawasan Kebangsaan Penting untuk Mahasiswa Baru

Keterangan Gambar : Sekretaris Komisi I DPRD Kalimantan Timur, Salehuddin. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Viralnya video perkenalan mahasiswa baru Universitas Mulawarman (Unmul) yang menampilkan perwakilan Kodam VI/Mulawarman mengisi materi wawasan kebangsaan menuai beragam reaksi di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi I DPRD Kalimantan Timur, Salehuddin, menilai penyampaian materi kebangsaan oleh TNI merupakan hal yang wajar dan penting.
Ia menjelaskan bahwa pemberian materi kewarganegaraan, termasuk wawasan kebangsaan, sangat relevan diberikan kepada mahasiswa baru sebagai bagian dari pembentukan karakter dan nasionalisme. Selama materi yang disampaikan tidak mengganggu nilai-nilai demokrasi, menurutnya hal itu patut diapresiasi.
“Karena bagaimanapun TNI adalah instrumen negara yang tugasnya mempertahankan NKRI dan menyampaikan nilai-nilai kebangsaan. Ini bukan sesuatu yang luar biasa,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- Komisi IV Ingatkan Kesiapan Jelang Peralihan Penyelenggaraan Haji0
- Komisi IV Dorong Strategi Pembangunan Desa di Kaltim0
- Damayanti: HUT RI Momentum Jaga Persatuan Bangsa0
- Reza Dorong Keterkaitan Pendidikan dan Dunia Kerja0
- HUT RI ke-80, Firnadi Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Aksi Nyata0
Namun, Salehuddin menegaskan bahwa partisipasi TNI dalam kegiatan kampus harus tetap pada koridor netralitas. Jika sampai ada ajakan memilih tokoh atau partai tertentu, barulah hal itu bisa disebut pelanggaran. “Kalau sekadar membentuk patriotisme dan cinta tanah air, itu sangat dibutuhkan sekarang karena degradasi nilai kebangsaan memang terjadi,” katanya.
Ia juga membandingkan dengan sistem pengenalan mahasiswa baru di luar negeri yang cenderung hanya fokus pada sistem pembelajaran, metode penilaian, dan administrasi. Di Indonesia, lanjutnya, wawasan kebangsaan relevan karena masyarakatnya majemuk secara budaya, bahasa, dan agama.
“Negara kita besar dan majemuk. Jadi, penanaman nilai kebangsaan di awal perkuliahan adalah hal yang sangat penting,” tutupnya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
