- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Salehuddin: Wawasan Kebangsaan Penting untuk Mahasiswa Baru

Keterangan Gambar : Sekretaris Komisi I DPRD Kalimantan Timur, Salehuddin. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Viralnya video perkenalan mahasiswa baru Universitas Mulawarman (Unmul) yang menampilkan perwakilan Kodam VI/Mulawarman mengisi materi wawasan kebangsaan menuai beragam reaksi di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi I DPRD Kalimantan Timur, Salehuddin, menilai penyampaian materi kebangsaan oleh TNI merupakan hal yang wajar dan penting.
Ia menjelaskan bahwa pemberian materi kewarganegaraan, termasuk wawasan kebangsaan, sangat relevan diberikan kepada mahasiswa baru sebagai bagian dari pembentukan karakter dan nasionalisme. Selama materi yang disampaikan tidak mengganggu nilai-nilai demokrasi, menurutnya hal itu patut diapresiasi.
“Karena bagaimanapun TNI adalah instrumen negara yang tugasnya mempertahankan NKRI dan menyampaikan nilai-nilai kebangsaan. Ini bukan sesuatu yang luar biasa,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- Komisi IV Ingatkan Kesiapan Jelang Peralihan Penyelenggaraan Haji0
- Komisi IV Dorong Strategi Pembangunan Desa di Kaltim0
- Damayanti: HUT RI Momentum Jaga Persatuan Bangsa0
- Reza Dorong Keterkaitan Pendidikan dan Dunia Kerja0
- HUT RI ke-80, Firnadi Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Aksi Nyata0
Namun, Salehuddin menegaskan bahwa partisipasi TNI dalam kegiatan kampus harus tetap pada koridor netralitas. Jika sampai ada ajakan memilih tokoh atau partai tertentu, barulah hal itu bisa disebut pelanggaran. “Kalau sekadar membentuk patriotisme dan cinta tanah air, itu sangat dibutuhkan sekarang karena degradasi nilai kebangsaan memang terjadi,” katanya.
Ia juga membandingkan dengan sistem pengenalan mahasiswa baru di luar negeri yang cenderung hanya fokus pada sistem pembelajaran, metode penilaian, dan administrasi. Di Indonesia, lanjutnya, wawasan kebangsaan relevan karena masyarakatnya majemuk secara budaya, bahasa, dan agama.
“Negara kita besar dan majemuk. Jadi, penanaman nilai kebangsaan di awal perkuliahan adalah hal yang sangat penting,” tutupnya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
