- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Komisi IV Dorong Strategi Pembangunan Desa di Kaltim

Keterangan Gambar : Sekretaris Komisi IV, Darlis Pattalongi. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Komisi IV DPRD Kalimantan Timur menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) guna membahas berbagai tantangan dan strategi pembangunan desa di Kaltim.
Sekretaris Komisi IV, Darlis Pattalongi, mengungkapkan bahwa pengembangan desa masih terkendala berbagai persoalan, seperti faktor geografis, batas wilayah, serta infrastruktur dasar. “Masih ada 109 desa yang belum teraliri listrik PLN, dan tiga desa di Kutai Barat masih berstatus tertinggal,” jelasnya.
Ia juga menyoroti beberapa isu lain seperti status desa yang masuk wilayah IKN, keberadaan Koperasi Merah Putih, serta potensi berkurangnya dana desa dari pemerintah pusat. Semua ini menurutnya harus diantisipasi secara serius.
Baca Lainnya :
- Damayanti: HUT RI Momentum Jaga Persatuan Bangsa0
- Reza Dorong Keterkaitan Pendidikan dan Dunia Kerja0
- HUT RI ke-80, Firnadi Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Aksi Nyata0
- IKN Tetap Jalan, DPRD Kaltim Minta Dilibatkan0
- Plat Luar Serbu Kaltim, PAD Terancam Bocor0
Darlis menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur penunjang, terutama akses jalan antar desa, untuk membuka keterisolasian wilayah. “Tanpa akses jalan, sulit bagi desa itu keluar dari ketertinggalan. Maka prioritas kami adalah mendorong pembangunan jalan,” ujarnya.
Mengantisipasi potensi penurunan dana desa, ia mendorong pemerintah daerah melalui DPMPD untuk memaksimalkan dukungan dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang beroperasi di sekitar desa.
“Kami berharap alokasi CSR bisa difokuskan untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat. Sinergi antara pemerintah dan swasta sangat dibutuhkan agar pembangunan desa tetap berjalan meski dana pusat berkurang,” tutupnya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
