- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Pemkab Kukar Berhasil Turunkan Angka Stunting

Keterangan Gambar : Foto: Bupati Kukar, Edi Damansyah.
ANALOGNEWS.id, KUKAR - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah mencatatkan penurunan angka stunting yang signifikan.
Menurut Bupati Kukar Edi Damansyah, lada tahun 2023, angka stunting di Kukar berhasil diturunkan hingga mencapai 16,73 persen, sebuah penurunan drastis dari 27,10 persen pada tahun sebelumnya.
Kesuksesan ini berdasarkan data survei kesehatan Indonesia tahun 2023, yang menunjukkan penurunan sebesar 10,37 persen dalam satu tahun.
Baca Lainnya :
- Program Rp 50 Juta Satu RT di Kukar Berlanjut0
- Program Pamsimas Bawa Harapan Baru bagi Masyarakat Muara Kaman0
- Program BKKD di Kukar Terkendala SDM 0
- Tri Joko Kuncoro Apresiasi Kegiatan Sosialiasi Empat Pilar di Maluhu0
- Pemerintah Kecamatan Sebulu Alokasikan Rp 18 Miliar untuk Program Pembangunan Infrastruktur 0
“Tahun 2023 menurun signifikan angka stunting di Kukar,” kata Bupati Kukar, Edi Damansyah, Jumat (15/3/2024).
Kata dia, pencapaian ini tidak lepas dari pembangunan infrastruktur fasilitas layanan kesehatan yang masif. Termasuk di dalamnya adalah pembangunan dan rehabilitasi 26 unit posyandu di berbagai kecamatan, serta peningkatan dan standarisasi peralatan di 794 unit posyandu yang ada.
Selain itu, pembangunan dan rehabilitasi 16 unit puskesmas dan 27 puskesmas pembantu (pusban) juga menjadi bagian dari upaya tersebut.
Edi juga mengatakan bahwa pembangunan gedung baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AM Parikesit Kukar yang telah mencapai 91 persen dan pembangunan rumah sakit di Kecamatan Muara Badak, Desa Tanjung Limau, yang akan dilanjutkan pada tahap kedua tahun ini.
Pemkab Kukar telah merencanakan kelanjutan pembangunan infrastruktur fasilitas layanan kesehatan untuk tahun 2024, yang termasuk dalam Rencana Kerja Prioritas Daerah. Rencana tersebut mencakup pembangunan dua unit puskesmas baru, 14 unit pusban baru, 32 unit posyandu, dan pembangunan tahap kedua rumah sakit Muara Badak.
“Terimakasih program Raga Pantas yang konsisten dilakukan, didukung infrastruktur layanan kesehatan dengan penanganan stunting,” ujar Edi. (Adv)










.jpg)
