- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Pemimpin Kartel Sinaloa El Mayo Zambada dan Putra El Chapo Ditangkap di Texas

Keterangan Gambar : Pemimpin Kartel Sinaloa El Mayo Zambada dan Putra El Chapo Ditangkap di Texas
ANALOGNEWS.id - Departemen Kehakiman Amerika Serikat baru-baru ini mengumumkan penangkapan Ismael "El Mayo" Zambada, pemimpin kartel Sinaloa yang legendaris, bersama dengan Joaquín Guzmán López, putra dari gembong kartel terkenal lainnya, Joaquín "El Chapo" Guzmán. Penangkapan mereka terjadi di Texas pada Kamis (25/7/2024).
Zambada, yang telah lama menghindari penangkapan, dikenal sebagai salah satu pengedar narkoba paling terkemuka di dunia.
Ia dikenal karena kemampuannya untuk menjalankan operasi penyelundupan kartel dengan sangat rahasia. Pemerintah AS sebelumnya menawarkan hadiah sebesar $15 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya.
Baca Lainnya :
- Beragam Bentuk Pelayanan DPM-PTSP Bontang0
- DPM-PTSP Bontang Terima Kunjungan Kementerian Investasi0
- Ketua DPRD Kutai Timur Dorong Beasiswa Perusahaan Fokus pada Kesehatan0
- Jimmi Dorong Pemerintah Tingkatkan Fasilitas Kreativitas Anak Muda di Kutai Timur0
- Yuli Sapang Dorong Pemerintah Kutai Timur untuk Tingkatkan Keterampilan Masyarakat Usia Produktif0
Menurut laporan, Zambada dan Guzmán López tiba di AS dengan pesawat pribadi dan menyerahkan diri kepada otoritas. Mereka dituduh terlibat dalam perdagangan narkoba yang mencakup "puluhan ribu pon narkoba" dan kekerasan terkait, termasuk fentanil yang menjadi ancaman utama bagi Amerika Serikat.
Jaksa Agung Merrick Garland menegaskan komitmen Departemen Kehakiman untuk mengejar para pelaku perdagangan narkoba dan memastikan mereka dimintai pertanggungjawaban.
Penangkapan ini dianggap sebagai langkah penting dalam upaya melawan kejahatan narkoba di AS.
Zambada, yang dikenal karena strategi bisnisnya dan kemampuannya untuk menghindari kekerasan kartel yang brutal, telah lama menjadi target pengejaran pihak berwenang AS.
Dalam wawancara 2010, Zambada mengungkapkan ketakutannya terhadap kemungkinan dipenjara, bahkan menyebutkan kemungkinan bunuh diri jika tertangkap.
Meskipun penangkapan Zambada dan Guzmán López dianggap sebagai pukulan besar bagi kartel Sinaloa, para ahli seperti Mike Vigil dari DEA memperingatkan bahwa penangkapan ini mungkin tidak berdampak signifikan terhadap aliran narkoba ke AS, mengingat kemungkinan pengganti mereka di dalam kartel.










.jpg)
