- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Pasutri di Mamasa Dibunuh Anak Kandungnya Sendiri

Keterangan Gambar : Petugas kepolisian rubah di lokasi kejadian. (Hms)
ANALOGNEWS.id, MAMASA - Kapolres Mamasa Akbp Muhammad Amiruddin beserta rombongan, monitoring pembunuhan pasutri oleh anak kandungnya sendiri di Tanete Batu, Kecamatan Sumarorong, Rabu 3 April 2024.
Kapolres didampingi Kabag Ops Polres Mamasa Akp Dedi Yulianto, Kasat Reskrim Polres Mamasa Akp Eru Reski, Kanit Idik II Sat Reskrim IPDA Jhon Franklin dan Kapolsek Sumarorong Iptu Reynhard, beserta Anggota Reskrim dan Unit Identifikasi Polres Mamasa beserta Anggota Polres dan Polsek lainnya.
Kapolres Mamasa Akbp Muhammad Amiruddin menjelaskan, kronologi kejadian korban pasutri berinisial (LA) dan (B) yang meninggal dunia akibat dibunuh dengan cara dianiaya terlebih dahulu dengan menggunakan sebilah badik dan parang oleh anak kandungnya sendiri.
Baca Lainnya :
- Musda XVII BPD Hipmi Kaltim Digelar Mei, Mau Jadi Ketua? Siapkan Duit Ratusan Juta0
- Pemkab Kukar Alokasikan Dana Rp 46 Miliar untuk Pembangunan di Kedang Ipil0
- Disketapang Kukar Gelar Gerakan Pangan Murah0
- Musrembang Kecamatan Tenggarong, Fokus pada Pembangunan Infrastuktur dan Pencegahan Stunting 0
- Desa Sumber Sari Fokus Pembenahan Infrastruktur Tahun 20240
Diketahui motif dari anaknya tersebut karena diduga mengalami gangguan kejiwaan (ODGJ) yang membuatnya tega membunuh orang tua kandungnya.
"Hasil pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, pelaku melakukan aksinya di halaman rumah. Usai membunu kedua orang tuanya, pelaku mengangkat sendiri kedua korban untuk dimasukkan dan dibaringkan kedalam rumah," jelasnya.
Setelah itu, pelaku melarikan diri ke dalam hutan dengan membawa anak kandung perempuannya yang masih berusia 7 tahun.
"Kemudian sekira pukul 11.30 Wita pelaku kembali ke Rumah miliknya atau di TKP. Pelaku datang kembali di TKP yang telah berkumpul warga bersama dengan Nakes dari Puskesmas Messawa juga beberapa Anggota Polsek," ungka Kapolres.
"Ternyata kedatangan pelaku tidak disadari, dan ketika pelaku tiba di TKP secara langsung dan membabi buta mengejar warga yang saat itu berkumpul ditempat tersebut," tambahnya.
Seorang dokter perempuan pun turut menjadi korban. Korban terluka parah akibat sabetan parang di leher. "Pelaku lalu kembali mengejar salah seorang warga ydan ditusuk pakai badik," ujarnya.
Bahkan kata Kapolres, tembakan peringatan yang dilakukan petugas di lapangan tidak dihiraukan pelaku. "Akhirnya pada saat itu mengambil tindakan tegas terukur dengan melakukan penembakan ke bagian kaki untuk melumpuhkan pelaku," katanya.
Kapolres Mamasa Akbp Muhammad Amiruddin yang tiba di TKP langsung memerintahkan anggotanya untuk melakukan pengamanan dan meninjau langsung proses identifikasi kepada korban pasutri. Kemudia pelaku dibawa langsung ke Rumah Sakit Mamuju untuk diatopsi
Dalam kejadian ini diketahui dua korban dan satu pelaku meninggal dunia, dan dua korban lainnya masih dalam perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah Polewali. (*)










.jpg)
