- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Ketua DPRD Kutai Timur Tuntut Realisasi Anggaran Pendidikan yang Lebih Optimal

Keterangan Gambar : Ketua DPRD Kutai Timur, Joni
ANALOGNEWS.id, KUTAI TIMUR – Ketua DPRD Kutai Timur, Joni, menyoroti belum optimalnya realisasi anggaran pendidikan yang baru mencapai 20 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Joni mendesak pemerintah daerah agar segera memperbaiki hal ini untuk memenuhi target yang telah ditetapkan.
“Anggaran pendidikan yang sudah ditetapkan sebesar 20 persen belum sepenuhnya terealisasi. Ini menjadi perhatian serius kami,” kata Joni dalam wawancaranya dengan media baru-baru ini.
Joni menjelaskan bahwa anggaran ini diharapkan dapat menjangkau seluruh wilayah Kutai Timur, termasuk daerah-daerah pelosok, untuk memastikan pembangunan pendidikan yang merata dan menyentuh semua lapisan masyarakat.
Baca Lainnya :
- Pembangunan Bandara di Kutai Timur Tersendat Perizinan, DPRD Terus Suarakan Solusi0
- Faizal Rachman Dorong Pengembangan Bisnis Hiburan Keluarga di Kutai Timur0
- Fitriyani Perjuangkan Keterlibatan Perempuan di Dunia Kerja dan Politik Kutai Timur0
- Dorong Kebijakan Asuransi Gagal Panen, Faizal Rachman Ingin Petani Kutai Timur Lebih Terlindungi0
- DPRD Kutai Timur Bahas Rancangan Perubahan KUA dan PPAS 2024 di Paripurna Ke-320
Sebagai anggota Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Joni menegaskan perlunya distribusi anggaran yang adil dan sesuai dengan ketentuan undang-undang. “Undang-undang telah menetapkan besaran anggaran pendidikan, dan pemerintah daerah perlu memastikan bahwa alokasi ini dipenuhi secara menyeluruh,” ujarnya.
Ia juga menyarankan agar pemerintah daerah mengadakan briefing khusus untuk mengevaluasi dan menuntaskan alokasi anggaran pendidikan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Joni berharap agar semua dana yang dialokasikan dapat digunakan secara efisien dan efektif.
“Kami berharap agar anggaran pendidikan sebesar 20 persen bisa dimaksimalkan sesuai dengan kemampuan APBD Kutim. Pemerintah harus bisa memenuhi target ini agar sesuai dengan aturan pusat,” tambah Joni.
Joni juga mencatat bahwa alokasi anggaran 20 persen untuk pendidikan berlaku secara nasional, namun penerapannya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan prioritas masing-masing daerah, dari tingkat atas hingga ke bawah. (Adv)

Views: 562










.jpg)
