- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Isi BBM Wajib Pakai Aplikasi, Amankah Buka HP Saat di SPBU?

Keterangan Gambar : Amankah Buka HP Saat di SPBU?
ANALOGNEWS.id - Pemerintah akan mewajibkan penggunaan aplikasi MyPertamina untuk pembelian BBM Pertalite dan Solar mulai 1 Juli 2022.
Dari pemberlakuan aturan itu, timbul pertanyaan, amankah buka HP saat isi BBM di SPBU?
Karena seperti diketahui, selama ini SPBU selalu membuat larangan menggunakan HP saat berada di area pengisian BBM. Alasannya faktor keamanan.
Baca Lainnya :
- Buang Sampah Sembarangan di Bontang, Siap Dipenjara 6 Tahun atau Denda Rp50 Juta0
- Program Bank Sampah Solusi Kurangi Sampah Plastik0
- Tahu Aurel Hermansyah Anak Krisdayanti, Arsy Hermansyah Syok : Bunda Apanya?0
- Mulai 1 Juli 2022 Beli Pertalite dan Solar Wajib Daftar MyPertamina 0
- Minta Gaji Tinggi, Liverpool Bakal Jual Muhammad Salah0
Ketika sekarang pembelian BBM bersubsidi menggunakan aplikasi, tentunya warga harus mengoperasikan HP di SPBU. Faktor keamanan yang tadi dikhawatirkan tentunya dipertanyakan kembali.
Melansir detikINET, pengamat gadget Lucky Sebastian mengatakan membuka HP di SPBU aman. Ini berdasarkan studi dari Dr Adam Burgess of the University of Kent.
"Dia selama 11 tahun meneliti 243 kebakaran di SPBU seluruh dunia, ternyata tidak satu pun yang disebabkan oleh ponsel," ungkap Lucky.
Menurutnya kecurigaan ponsel mengakibatkan kecelakaan dimulai dari laporan di surat kabar Guardian pada 2005 silam. Dikabarkan seorang pengendara motor yang sedang mengisi bahan bakar merogoh saku baju dan celananya untuk mencari ponsel. Tak lama kemudian ada api keluar dari motonya yang sedang diisi BBM.
"Diambil kesimpulan penyebabnya ponsel. Tetapi diperkirakan, tetesan bensin yang keluar lantaran mudal dari tanki mengenai mesin motor yang panas sehingga terjadi kebakaran," terang Lucky.
Soal teori sinyal bisa menyulut api ditentang oleh pria asal Bandung ini. Sebab sinyal dari ponsel terlalu kecil untuk bisa memercik uap gas dari bahan bakar. Demikian pula dugaan sinyal HP dapat mempengaruhi mesin SPBU.
"Sinyalnya terlalu kecil, bahkan televisi yg dulu kadang-kadang terganggu zaman awal ponsel, sekarang tidak lagi kan? Ini karena untuk bisa beroperasi di sebuah negara ada ukuran SAR (Specific Absorption Rate) yang ada batas maksimalnya saat mengenai kepala atau badan sehingga tidak mempengaruhi kesehatan," jelas Lucky.
Perkiraannya larangan membuka HP saat mengisi bahan bakar lebih karena pengguna.
"Di luar negeri mengisi sendiri bahan bakar, bukan petugas seperti di kita, sehingga bisa kehilangan konsentrasi karena bermain ponsel. Bisa mudal, salah isi jenis bahan bakar bahkan menjadi lama dan membuat antrean," ujar Lucky.
Pun aman, Lucky mengingatkan untuk tetap selalu berhati-hati saat menggunakan HP di SPBU. "Hati-hati aja dicopet," pungkas sembari tertawa. (*/An)










.jpg)
