- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Isi BBM Wajib Pakai Aplikasi, Amankah Buka HP Saat di SPBU?

Keterangan Gambar : Amankah Buka HP Saat di SPBU?
ANALOGNEWS.id - Pemerintah akan mewajibkan penggunaan aplikasi MyPertamina untuk pembelian BBM Pertalite dan Solar mulai 1 Juli 2022.
Dari pemberlakuan aturan itu, timbul pertanyaan, amankah buka HP saat isi BBM di SPBU?
Karena seperti diketahui, selama ini SPBU selalu membuat larangan menggunakan HP saat berada di area pengisian BBM. Alasannya faktor keamanan.
Baca Lainnya :
- Buang Sampah Sembarangan di Bontang, Siap Dipenjara 6 Tahun atau Denda Rp50 Juta0
- Program Bank Sampah Solusi Kurangi Sampah Plastik0
- Tahu Aurel Hermansyah Anak Krisdayanti, Arsy Hermansyah Syok : Bunda Apanya?0
- Mulai 1 Juli 2022 Beli Pertalite dan Solar Wajib Daftar MyPertamina 0
- Minta Gaji Tinggi, Liverpool Bakal Jual Muhammad Salah0
Ketika sekarang pembelian BBM bersubsidi menggunakan aplikasi, tentunya warga harus mengoperasikan HP di SPBU. Faktor keamanan yang tadi dikhawatirkan tentunya dipertanyakan kembali.
Melansir detikINET, pengamat gadget Lucky Sebastian mengatakan membuka HP di SPBU aman. Ini berdasarkan studi dari Dr Adam Burgess of the University of Kent.
"Dia selama 11 tahun meneliti 243 kebakaran di SPBU seluruh dunia, ternyata tidak satu pun yang disebabkan oleh ponsel," ungkap Lucky.
Menurutnya kecurigaan ponsel mengakibatkan kecelakaan dimulai dari laporan di surat kabar Guardian pada 2005 silam. Dikabarkan seorang pengendara motor yang sedang mengisi bahan bakar merogoh saku baju dan celananya untuk mencari ponsel. Tak lama kemudian ada api keluar dari motonya yang sedang diisi BBM.
"Diambil kesimpulan penyebabnya ponsel. Tetapi diperkirakan, tetesan bensin yang keluar lantaran mudal dari tanki mengenai mesin motor yang panas sehingga terjadi kebakaran," terang Lucky.
Soal teori sinyal bisa menyulut api ditentang oleh pria asal Bandung ini. Sebab sinyal dari ponsel terlalu kecil untuk bisa memercik uap gas dari bahan bakar. Demikian pula dugaan sinyal HP dapat mempengaruhi mesin SPBU.
"Sinyalnya terlalu kecil, bahkan televisi yg dulu kadang-kadang terganggu zaman awal ponsel, sekarang tidak lagi kan? Ini karena untuk bisa beroperasi di sebuah negara ada ukuran SAR (Specific Absorption Rate) yang ada batas maksimalnya saat mengenai kepala atau badan sehingga tidak mempengaruhi kesehatan," jelas Lucky.
Perkiraannya larangan membuka HP saat mengisi bahan bakar lebih karena pengguna.
"Di luar negeri mengisi sendiri bahan bakar, bukan petugas seperti di kita, sehingga bisa kehilangan konsentrasi karena bermain ponsel. Bisa mudal, salah isi jenis bahan bakar bahkan menjadi lama dan membuat antrean," ujar Lucky.
Pun aman, Lucky mengingatkan untuk tetap selalu berhati-hati saat menggunakan HP di SPBU. "Hati-hati aja dicopet," pungkas sembari tertawa. (*/An)










.jpg)
