- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Fokus Energi Terbarukan, Lembaga Keuangan Internasional Kurangi Pembiayaan ke Bisnis Batu Bara

Keterangan Gambar : Ilustrasi (int)
ANALOGNEWS.id - Lembaga-lembaga keuangan internasional mulai menghilangkan porsi pemberian pinjaman ke bisnis batu bara. Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi, Nurul Ikhwan, mengatakan karena banyak negara saat ini memprioritaskan pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT).
Menurut Nurul, dari segi pemberian pinjaman sudah mulai ada yang lebih mengedepankan ke energi terbarukan.
“Kita juga tahu bahwa pinjaman-pinjaman dari lembaga keuangan internasional juga sudah mulai menghilangkan porsi pemberian pinjaman untuk pembangkit listrik yang berbasis dari batu bara,” kata Nurul saat acara Indonesia Solar Summit 2022, Selasa (19/4/2022).
Baca Lainnya :
- Minyak Goreng Langkah, Dirjen Kemendag dan Bos Produsen Minyak Sawit Diamankan Kejagung0
- 4 Bersaudara Curi Alat Bor Milik Pertamina, Polisi Berhasil Tangkap Dua Pelaku0
- Anak Ronaldo Meninggal Jelang Manchester United vs Liverpool0
- Hadapi Liverpool, Berikut Prediksi Susunan Pemain Manchester United0
- DPR Akan Terima THR Tahun Ini, Berikut Besarannya...0
Kondisi tersebut dia anggap telah membentuk ekosistem dari investasi dan bisnis global yang mengarah ke energi terbarukan. Untuk itu, Indonesia harus terus mendorong penggunaan energi tersebut.
“Semuanya mengarah kepada hal yang sama (EBT) sehingga kita tidak ada cara lain selain dari membangun Indonesia dengan energi yang bersih,” ujar Nurul.
Menurut Nurul, Indonesia juga serius mengembangkan EBT. Hal tersebut, kata dia bisa dilihat dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik Nasional (RUPTL) di 2021-2030 yaitu PT PLN akan meningkatkan peran pembangkit EBT dari 29,6 persen menjadi 51,6 persen di 2030.
Dia mengungkapkan alasan penggunaan EBT juga karena berdampak positif ke masyarakat. Ia menuturkan berdasarkan data dari Ochs & Gioutsos EBT dapat menciptakan peluang kerja 4 sampai 5 kali lipat lebih banyak dibandingkan energi konvensional.
“Industri bahan bakar fosil menciptakan 5,3 pekerjaan per USD 1 juta. Sedangkan energi terbarukan menciptakan 16,7 pekerjaan per USD 1 juta,” ungkap Nurul. (Red)










.jpg)
