- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Festival Erau 2025 Resmi Dibuka di Tenggarong

Keterangan Gambar : Festival Erau Adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura 2025 resmi dibuka. (Foto: Humas DPRD Kaltim)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Festival Erau Adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura 2025 resmi dibuka pada Minggu (21/9/2025) di Stadion Rondong Demang, Tenggarong. Prosesi sakral pendirian Tiang Ayu dan parade budaya menjadi penanda dimulainya rangkaian adat yang diwariskan turun-temurun oleh Kesultanan Kutai.
Lebih dari sekadar seremoni, pembukaan ini menjadi simbol penguatan identitas Kutai sebagai bagian tak terpisahkan dari peradaban Kalimantan Timur.
Mewakili pimpinan DPRD Kaltim, Anggota DPRD Kaltim Muhammad Husni Fahruddin menegaskan bahwa Erau bukan hanya milik Kutai Kartanegara, melainkan warisan budaya seluruh Kaltim.
Baca Lainnya :
- Ekti Imanuel Resmi Pimpin PBVSI Kaltim 2023–20270
- DPRD Kaltim Apresiasi Penyaluran Jospol 3 dan Program MBG di Paser0
- DPRD Kaltim Bahas Ranperda Penyelenggaraan Pendidikan, Tiga Isu Jadi Fokus0
- DPRD Kaltim Dukung Kontingen di POMNAS XIX0
- Salehuddin: Waterboom Pulau Kumala Harus Dongkrak Pariwisata Kukar0
“Wilayah Kesultanan Kutai mencakup hampir seluruh kabupaten/kota di Kaltim, kecuali Berau, Paser, dan sebagian PPU. Maka Erau seharusnya menjadi agenda budaya provinsi, bukan hanya lingkup Kukar,” ujarnya.
Ia berkomitmen mendorong agar Erau digelar lebih besar dengan melibatkan parade adat dari seluruh kabupaten/kota di Kaltim. “Kita dorong agar Erau menjadi ruang solidaritas nusantara, pusat kegiatan tetap di Tenggarong, tapi event bisa menyebar ke daerah lain agar lebih luas partisipasinya. Dari sini, kita ingin adat kita dikenal nasional bahkan internasional,” tegasnya.
Harapan itu sejalan dengan Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, yang menekankan pentingnya menjaga marwah peradaban Nusantara. “Kesultanan Kutai adalah saksi sejarah kekayaan budaya Indonesia. Festival Erau bukan hanya merawat kenangan masa lalu, tetapi energi untuk membangun masa depan pariwisata dan ekonomi masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyebut Erau sebagai sarana pemersatu adat, budaya, dan etnis di seluruh Kaltim. “Erau bukan hanya hiburan, tetapi ruang kebersamaan dan kebanggaan masyarakat Kaltim,” katanya.
Acara ini turut dihadiri Sultan Aji Muhammad Arifin beserta permaisuri, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, Wakil Gubernur Seno Aji, Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro, pimpinan DPRD Kaltim, Bupati dan Wakil Bupati Kukar, Forkopimda, tokoh adat, serta masyarakat dari berbagai kampung budaya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
