- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Festival Erau 2025 Resmi Dibuka di Tenggarong

Keterangan Gambar : Festival Erau Adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura 2025 resmi dibuka. (Foto: Humas DPRD Kaltim)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Festival Erau Adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura 2025 resmi dibuka pada Minggu (21/9/2025) di Stadion Rondong Demang, Tenggarong. Prosesi sakral pendirian Tiang Ayu dan parade budaya menjadi penanda dimulainya rangkaian adat yang diwariskan turun-temurun oleh Kesultanan Kutai.
Lebih dari sekadar seremoni, pembukaan ini menjadi simbol penguatan identitas Kutai sebagai bagian tak terpisahkan dari peradaban Kalimantan Timur.
Mewakili pimpinan DPRD Kaltim, Anggota DPRD Kaltim Muhammad Husni Fahruddin menegaskan bahwa Erau bukan hanya milik Kutai Kartanegara, melainkan warisan budaya seluruh Kaltim.
Baca Lainnya :
- Ekti Imanuel Resmi Pimpin PBVSI Kaltim 2023–20270
- DPRD Kaltim Apresiasi Penyaluran Jospol 3 dan Program MBG di Paser0
- DPRD Kaltim Bahas Ranperda Penyelenggaraan Pendidikan, Tiga Isu Jadi Fokus0
- DPRD Kaltim Dukung Kontingen di POMNAS XIX0
- Salehuddin: Waterboom Pulau Kumala Harus Dongkrak Pariwisata Kukar0
“Wilayah Kesultanan Kutai mencakup hampir seluruh kabupaten/kota di Kaltim, kecuali Berau, Paser, dan sebagian PPU. Maka Erau seharusnya menjadi agenda budaya provinsi, bukan hanya lingkup Kukar,” ujarnya.
Ia berkomitmen mendorong agar Erau digelar lebih besar dengan melibatkan parade adat dari seluruh kabupaten/kota di Kaltim. “Kita dorong agar Erau menjadi ruang solidaritas nusantara, pusat kegiatan tetap di Tenggarong, tapi event bisa menyebar ke daerah lain agar lebih luas partisipasinya. Dari sini, kita ingin adat kita dikenal nasional bahkan internasional,” tegasnya.
Harapan itu sejalan dengan Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, yang menekankan pentingnya menjaga marwah peradaban Nusantara. “Kesultanan Kutai adalah saksi sejarah kekayaan budaya Indonesia. Festival Erau bukan hanya merawat kenangan masa lalu, tetapi energi untuk membangun masa depan pariwisata dan ekonomi masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyebut Erau sebagai sarana pemersatu adat, budaya, dan etnis di seluruh Kaltim. “Erau bukan hanya hiburan, tetapi ruang kebersamaan dan kebanggaan masyarakat Kaltim,” katanya.
Acara ini turut dihadiri Sultan Aji Muhammad Arifin beserta permaisuri, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, Wakil Gubernur Seno Aji, Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro, pimpinan DPRD Kaltim, Bupati dan Wakil Bupati Kukar, Forkopimda, tokoh adat, serta masyarakat dari berbagai kampung budaya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
