- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
DPRD PPU Dukung Penuh Program Pangan Bergizi untuk Atasi Stunting

Keterangan Gambar : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU, Thohiron. (*)
ANALOGNEWS.id, PENAJAM - Dalam upaya mengatasi masalah stunting yang menjadi perhatian serius di Kabupaten Penajam Paser Utara, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU, Thohiron, menyatakan dukungan penuh terhadap program pembagian pangan bergizi yang dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) PPU.
Thohiron menyatakan bahwa program ini merupakan langkah strategis yang harus didukung semua pihak untuk menjamin kesehatan generasi masa depan.
“Program pembagian pangan bergizi ini sangat penting untuk memastikan balita di PPU mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dan seimbang. Dengan demikian, kita dapat mencegah terjadinya stunting yang berdampak buruk pada perkembangan fisik dan kognitif anak,” ujarnya.
Stunting masih menjadi tantangan kesehatan serius di PPU, seperti di banyak daerah lain di Indonesia. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi yang memadai dalam periode emas pertumbuhan anak, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan.
Thohiron menjelaskan bahwa anak-anak yang mengalami stunting tidak hanya terhambat pertumbuhannya tetapi juga berpotensi memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah dan kemampuan kognitif yang lebih rendah.
“Stunting adalah masalah yang sangat serius. Anak-anak yang mengalami stunting berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit kronis dan memiliki tingkat kecerdasan yang lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak yang tumbuh dengan asupan gizi yang baik. Ini jelas mempengaruhi kualitas hidup mereka di masa depan dan juga produktivitas sumber daya manusia di PPU,” kata Thohiron.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk orang tua, lembaga pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan, untuk turut berperan aktif dalam mendukung program ini. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta sangat diperlukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan optimal dan efektif.
Thohiron juga menekankan pentingnya pendidikan dan sosialisasi mengenai pola makan sehat dan peran penting nutrisi dalam pertumbuhan anak.
“Selain pembagian pangan bergizi, edukasi kepada masyarakat, terutama para orang tua, tentang pentingnya gizi seimbang bagi balita juga perlu ditingkatkan. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat akan lebih sadar dan tergerak untuk mendukung program-program pencegahan stunting,” tambahnya. (Adv)










.jpg)
