- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
DPRD Kaltim Kawal Penyaluran Gratispol dan Jospol di Berau

Keterangan Gambar : Kegiatan penyerahan program Gratispol. (Foto:Humas DPRD Kaltim)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA — Tiga Anggota DPRD Kalimantan Timur, yakni Syarifatul Sya’diah, Apansyah, dan Husin Djufrie, mendampingi Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji dalam kegiatan penyerahan program Gratispol (Gerakan Terpadu Spiritualitas dan Solidaritas Sosial) dan Jospol di Ballroom SM Tower, Tanjung Redeb, Rabu (16/7/2025). Kehadiran mereka menegaskan peran DPRD bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk nyata pendampingan legislatif terhadap agenda pembangunan yang menyentuh aspek sosial, spiritual, dan kesejahteraan masyarakat.
Syarifatul Sya’diah menyampaikan bahwa DPRD Kaltim mendukung penuh pelaksanaan program tersebut dan mendorong perluasan jangkauannya hingga ke wilayah-wilayah terpencil. “Kami di DPRD tak hanya mengawal melalui anggaran, tapi juga memastikan program ini menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini kurang tersentuh. Ini bukan sekadar penghargaan, tapi pengakuan atas pengabdian,” ujarnya.
Senada, Apansyah menilai Gratispol dan Jospol sebagai wujud nyata keberpihakan anggaran terhadap kelompok masyarakat yang menjaga nilai-nilai sosial dan spiritual. Ia menegaskan bahwa program semacam ini harus menjadi bagian dari kebijakan publik berkelanjutan.
Baca Lainnya :
- DPRD Kaltim Dorong Sinergi Nyata Jaga Stabilitas Berau sebagai Gerbang Strategis Kaltim0
- DPRD Kaltim Kawal Rekonstruksi Jalan Talisayan–Tanjung Redeb, Tegaskan Komitmen Terhadap Pembangunan0
- Ketua DPRD Kaltim Apresiasi Program Gratispol: Wujud Nyata Penguatan Toleransi dan Kerja Sosial0
- MTQ ke-45 Kaltim Resmi Dibuka, Ketua DPRD: Momentum Perkuat Nilai Keagamaan0
- Tinjau Biduk-Biduk, Dorong Pengembangan Wisata Kelas Dunia di Berau0
“DPRD hadir bukan hanya dalam seremoni, tapi juga dalam merumuskan dan memperkuat nilai melalui kebijakan. Gratispol dan Jospol adalah bentuk nyata keberpihakan negara kepada penjaga nilai di akar rumput,” tegasnya.
Sementara itu, Husin Djufrie menyoroti pentingnya perhatian khusus bagi Berau sebagai wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan perairan internasional. Ia menekankan pentingnya perlindungan sosial yang menyeluruh dan prioritas kebijakan untuk kawasan pesisir dan perbatasan.
“Berau merupakan gerbang utara Kalimantan Timur, kaya akan potensi sekaligus tantangan. Perlindungan sosial di daerah seperti ini harus menjadi prioritas dalam agenda pembangunan kita,” ujarnya.
DPRD Kaltim sebagai mitra sejajar pemerintah menegaskan pentingnya kesinambungan program berbasis pengabdian, termasuk pemberian insentif bagi guru agama, marbut, penjaga rumah ibadah lintas agama, serta tenaga pendidik nonformal yang selama ini bekerja dalam senyap.
Selain penyerahan program Gratispol dan Jospol, agenda ini juga dirangkai dengan penyaluran Sertifikat Halal untuk pelaku UMKM, bantuan sambungan listrik bagi 163 kepala keluarga di 10 desa, pemberian alat ibadah lintas agama, serta bantuan sosial untuk Lembaga Kesejahteraan Sosial. Keterlibatan aktif DPRD dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen lembaga legislatif dalam mengawal program pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan riil masyarakat. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
