- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
DPRD Kaltim Desak Tambahan Anggaran dan Revisi Regulasi Perlindungan Anak

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) menyoroti minimnya anggaran yang dialokasikan untuk isu perlindungan anak. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, menilai dana sebesar Rp400 juta per tahun masih jauh dari cukup untuk menjawab kebutuhan di lapangan.
“Dengan dana Rp400 juta, jelas tidak akan mampu menutupi tantangan besar yang ada. Kalau tidak segera ditingkatkan, perlindungan anak hanya akan menjadi jargon,” tegas Andi seusai rapat dengar pendapat bersama Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kaltim, baru-baru ini.
Ia menilai kompleksitas persoalan perlindungan anak yang semakin meningkat tidak sebanding dengan ketersediaan anggaran saat ini. Selain itu, Andi juga menekankan perlunya pembaruan kebijakan melalui revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2012 tentang Perlindungan Anak.
Baca Lainnya :
- DPRD Kaltim Desak Tambang Utamakan Tenaga Kerja Lokal0
- DPRD Kaltim Ingatkan Pemprov Jangan Abaikan Rumah Sakit Islam Samarinda0
- DPRD Kaltim Desak Pemprov Ambil Sikap Soal Kelanjutan RSI Samarinda0
- DPRD Kaltim Tekankan Pentingnya Pendidikan Seiring Pembangunan Infrastruktur0
- DPRD Kaltim Tegaskan Peran Pers Vital Bagi Demokrasi dan Pembangunan0
Menurutnya, aturan yang sudah lebih dari satu dekade berlaku tersebut tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini. “Kasus kekerasan terhadap anak terus bertambah, sementara perkembangan teknologi digital melahirkan tantangan baru yang dulu belum ada. Regulasi harus menyesuaikan dengan kondisi tersebut,” jelasnya.
Andi menegaskan DPRD Kaltim berkomitmen memperjuangkan kebijakan yang lebih adaptif dan berpihak pada anak-anak sebagai kelompok paling rentan. Ia menyebut, komitmen itu hanya bisa diwujudkan melalui tambahan anggaran signifikan serta regulasi yang responsif.
“Perlindungan anak tidak boleh berhenti di wacana. Harus ada bukti nyata berupa dukungan regulasi dan subsidi anggaran yang layak, agar anak-anak Kaltim benar-benar terlindungi dan memiliki masa depan terjamin,” pungkasnya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
