- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
DPRD Kaltim Desak Pemprov Ambil Sikap Soal Kelanjutan RSI Samarinda

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) mendesak Pemerintah Provinsi segera mengambil langkah tegas terkait kelanjutan operasional Rumah Sakit Islam (RSI) Samarinda. Dorongan ini muncul karena kebutuhan layanan kesehatan di ibu kota provinsi masih jauh dari standar ideal.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, mengungkapkan saat ini Samarinda hanya memiliki sekitar 1.500 tempat tidur rumah sakit. Jumlah tersebut masih jauh di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mensyaratkan minimal 4.500 tempat tidur.
“RSI masih sangat diperlukan. Kita harus mencari solusi konkret dan mempertemukan seluruh pihak terkait,” kata Andi, Rabu (13/8/2025), usai rapat resmi bersama sejumlah pihak di Platinum Hotel & Convention Hall Balikpapan.
Baca Lainnya :
- DPRD Kaltim Tekankan Pentingnya Pendidikan Seiring Pembangunan Infrastruktur0
- DPRD Kaltim Tegaskan Peran Pers Vital Bagi Demokrasi dan Pembangunan0
- DPRD Kaltim Dukung Rencana Lapangan Golf Internasional di Pulau Kumala0
- Yonavia Desak Pemprov Bentuk Tim Pemantau Harga Sembako di Mahulu0
- DPRD Kaltim Dukung Gerakan Pangan Murah Polri-Bulog0
Menurutnya, keberadaan RSI sangat strategis untuk menutupi kekurangan fasilitas kesehatan. Apalagi rumah sakit tersebut telah lama menjadi salah satu rujukan utama masyarakat Samarinda.
Andi menegaskan, persoalan operasional RSI bukan sekadar masalah teknis, tetapi menyangkut kebutuhan dasar kesehatan warga. Oleh karena itu, Pemprov Kaltim diminta bergerak cepat mencari jalan keluar.
Ia menilai kunci penyelesaian persoalan ada pada komunikasi yang baik antara Pemprov Kaltim, DPRD, dan Yayasan RSI (YARSI). “Kita bicara soal kesehatan warga. Jadi tidak ada alasan untuk menunda. Semua pihak harus duduk bersama dan mencari solusi terbaik,” pungkasnya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
