- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
DPRD Kaltim Desak Pemprov Ambil Sikap Soal Kelanjutan RSI Samarinda

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) mendesak Pemerintah Provinsi segera mengambil langkah tegas terkait kelanjutan operasional Rumah Sakit Islam (RSI) Samarinda. Dorongan ini muncul karena kebutuhan layanan kesehatan di ibu kota provinsi masih jauh dari standar ideal.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, mengungkapkan saat ini Samarinda hanya memiliki sekitar 1.500 tempat tidur rumah sakit. Jumlah tersebut masih jauh di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mensyaratkan minimal 4.500 tempat tidur.
“RSI masih sangat diperlukan. Kita harus mencari solusi konkret dan mempertemukan seluruh pihak terkait,” kata Andi, Rabu (13/8/2025), usai rapat resmi bersama sejumlah pihak di Platinum Hotel & Convention Hall Balikpapan.
Baca Lainnya :
- DPRD Kaltim Tekankan Pentingnya Pendidikan Seiring Pembangunan Infrastruktur0
- DPRD Kaltim Tegaskan Peran Pers Vital Bagi Demokrasi dan Pembangunan0
- DPRD Kaltim Dukung Rencana Lapangan Golf Internasional di Pulau Kumala0
- Yonavia Desak Pemprov Bentuk Tim Pemantau Harga Sembako di Mahulu0
- DPRD Kaltim Dukung Gerakan Pangan Murah Polri-Bulog0
Menurutnya, keberadaan RSI sangat strategis untuk menutupi kekurangan fasilitas kesehatan. Apalagi rumah sakit tersebut telah lama menjadi salah satu rujukan utama masyarakat Samarinda.
Andi menegaskan, persoalan operasional RSI bukan sekadar masalah teknis, tetapi menyangkut kebutuhan dasar kesehatan warga. Oleh karena itu, Pemprov Kaltim diminta bergerak cepat mencari jalan keluar.
Ia menilai kunci penyelesaian persoalan ada pada komunikasi yang baik antara Pemprov Kaltim, DPRD, dan Yayasan RSI (YARSI). “Kita bicara soal kesehatan warga. Jadi tidak ada alasan untuk menunda. Semua pihak harus duduk bersama dan mencari solusi terbaik,” pungkasnya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
