- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Damayanti Prihatin Kasus Bullying Anak di Samarinda

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Damayanti. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Anggota DPRD Kaltim, Damayanti, menyatakan keprihatinannya atas meningkatnya kasus perundungan yang melibatkan anak-anak di Kota Samarinda.
Pernyataan ini disampaikan menyusul viralnya video di media sosial yang memperlihatkan seorang anak perempuan di kawasan Loa Janan dianiaya oleh tiga teman sebayanya hingga terjatuh ke tanah, disaksikan anak-anak lain.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai, meski perkembangan zaman semakin pesat, maraknya perundungan menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh, terutama terkait peran keluarga dalam pendidikan karakter.
Baca Lainnya :
- Ananda Emira Dorong Keterlibatan Petani Lokal dalam Program Makan Bergizi Gratis0
- Damayanti Dorong Edukasi Seksual dan Perlindungan Perempuan di Kaltim0
- Damayanti Ajak Generasi Muda Manfaatkan Teknologi dengan Bijak0
- DPRD Kaltim Kawal Transformasi Pertambangan di Berau0
- Darlis Pattalongi Dorong Strategi Komprehensif Atasi Banjir Samarinda0
“Ini sungguh memprihatinkan. Di tengah kemajuan zaman, masih ada kejadian seperti ini. Harus menjadi refleksi bagi kita semua,” ujarnya.
Damayanti menekankan bahwa pencegahan bullying bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga yang menanamkan nilai kasih sayang, empati, dan saling menghormati sejak dini.
Ia mendorong pemerintah daerah dan pihak sekolah untuk lebih aktif mengampanyekan budaya anti-bullying melalui edukasi berkelanjutan serta menyediakan pendampingan psikologis bagi korban maupun pelaku.
“Pembentukan karakter anak tidak cukup hanya di sekolah, tetapi juga harus didukung nilai-nilai yang ditanamkan di rumah. Ini membutuhkan kerja sama semua pihak,” tambahnya.
Damayanti menutup pernyataannya dengan harapan agar sinergi antara orang tua, tenaga pendidik, dan pemerintah dapat meminimalkan potensi terjadinya kasus serupa di masa depan.
“Kita harus memastikan anak-anak tumbuh di lingkungan yang aman, nyaman, dan saling menghargai,” pungkasnya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
