- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Berharap PPU Tidak Ada Kekerasan Terhadap Perempuan

Keterangan Gambar : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Andi Yusuf. (*)
ANALOGNEWS.id, PENAJAM - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Andi Yusuf, menyuarakan harapannya untuk mengakhiri segala bentuk kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten PPU.
Andi Yusuf berkomitmen untuk memperjuangkan hak-hak perempuan agar mereka terbebas dari tindak kekerasan, baik di lingkungan sosial maupun dalam rumah tangga.
Ia menilai, kekerasan terhadap perempuan masih menjadi masalah serius yang memerlukan perhatian dan upaya dari semua pihak.
“Jangan ada lagi tindakan semena-mena yang dilakukan terhadap perempuan. Seperti yang kita tahu, saat ini tindakan kekerasan terhadap perempuan masih cukup tinggi,” ungkapnya.
Politisi Partai Golkar itu menekankan, pentingnya memperjuangkan martabat dan hak perempuan dalam berbagai aspek, termasuk dalam hal pendidikan. Dia menggarisbawahi bahwa kesetaraan dalam pendidikan merupakan langkah awal yang penting untuk memberdayakan perempuan dan mendukung mereka agar dapat berkontribusi secara optimal dalam masyarakat.
“Kesetaraan dalam pendidikan ini juga harus terus dilakukan,” ujarnya menegaskan.
Andi Yusuf berharap pemerintah daerah dapat menggencarkan program-program pemberdayaan dan perlindungan perempuan serta mengedukasi masyarakat untuk lebih menghargai hak-hak perempuan. Langkah ini diharapkan tidak hanya menurunkan angka kekerasan, tetapi juga membentuk lingkungan yang aman dan mendukung kemajuan perempuan di Kabupaten PPU.
“Saya berharap perempuan harus bangkit, melanjutkan perjuangan, baik untuk keluarga maupun bangsa dan negara,” pungkasnya. (*)










.jpg)
