- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Bapokting dan Panic Buying, Begini Kata Sani

Keterangan Gambar : Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Sani Bin Husain. (Foto : ARD)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain angkat bicara terkait isu kenaikan harga dan potensi kelangkaan bahan pokok penting (Bapokting) saat Ramadan 2025, serta Panic Buying masyarakat yang terus terjadi di setiap acara besar tahunan saat ini.
Menurutnya, kepanikan itu hal yang wajar bagi manusia dan kita tidak bisa menyalahkan perasaan orang, karena tugas kita hanya menjamin bagaimana ketersediaan barang cukup bagi mereka, apalagi saat ini Ramadan sedang berjalan.
"Ya tugas kita hanya memastikan ketersediaan bapokting itu cukup bagi mereka, seperti beras cukup, pangan cukup, gas cukup dan itulah tugas kita. Bukan malah ngurusin perasaan mau panik atau enggak," terangnya.
Sani sapaan akrabnya, mengatakan bahwa saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tidak boleh menyalahkan kepanikan dari masyarakat. Kepanikan itu terjadi, karena mungkin masyarakat belum bisa mendapatkan ketersediaan bapokting untuk kebutuhan mereka.
"Pemkot Samarinda gak boleh nyalahin paniknya masyarakat. Mau panik ya panik aja nanti kalau kebutuhan cukup pasti reda sendiri paniknya," kata Sani.
"Ini masalah psikologi masyarakat. Kita itu dua tugasnya, menjamin stoknya cukup dan harga terjangkau," sambungnya.
Lebih lanjut kata Sani, mengingat pentingnya menjaga kestabilan harga, pihaknya akan terus memantau dan mengawasi pasar, guna memastikan tidak terjadinya lonjakan harga yang signifikan terhadap bapokting.
"Kita akan mengusahakan dari DPRD sebagai pengawas akan selalu memantau dan monitor agar pemerintah terus menjaga kestabilan agar tidak terjadinya inflasi," pungkasnya. (ARD/Adv/DPRDSamarinda)










.jpg)
