- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Angkutan Umum Sepi, Dewan Dorong Pemerintah Lakukan Penataan dan Evaluasi Terminal Bus

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kutai Timur, Siang Geah. (int)
ANALOGNEWS.id, KUTAI TIMUR - Keberadaan terminal bus Kota Sangatta menuai komentar dari anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Siang Geah. Menurutnya, sentral angkutan umum tersebut perlu penataan dan evaluasi untuk menarik minat para penumpang. Pasalnya, saat ini masyarakat lebih condong menggunakan angkutan online dan travel ketimbang fasilitas kendaraan yang disediakan pemerintah.
"Persoalan ini merupakan tantangan penting bagi pemerintah daerah. Karena, masyarakat sudah banyak yang memiliki kendaraan pribadi. Apalagi kehadiran angkutan online dan travel sudah sangat massif," ujar pria yang juga aggota Komisi A DPRD Kutim beberapa waktu lalu kepada awak media.
Ia menyampaikan, salah satu solusi yang mesti dilakukan pemerintah untuk memaksimalkan angkutan umum, yakni kendaraan travel digabungkan menjadi satu di terminal bus. "Sehingga terminal yang ada bisa menjadi sentral kendaraan. Baik angkutan umum maupun mobil travel. Masyarakat pun mempunyai pilihan, ingin menggunakan angkutan jenis seperti apa?" jelasnya.
Baca Lainnya :
- Ekonom Senior Sebut Banyaknya Hari Libur Ganggu Perekonomian0
- Persoalan Sampah di Kutim Disorot Dewan0
- DPRD Kutim Minta Sosialisasi Kesehatan Tetap Digalakkan Meski Angka Stunting Turun0
- Dewan Minta Pemerintah Tertibkan Badut Jalanan0
- Dewan Kutai Timur Akan Menelusuri Kasus Dugaan Pemecatan Buruh Hamil Secara Paksa 0
Meski begitu, Siang Geah menggarisbawahi legalitas maupun perizinan sebuah travel yang akan digabungkan ke terminal bus. Menurutnya, terlebih dahulu Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim harus melakukan penertiban sesuai regulasi yang berlaku.
Pemanfaatan angkutan bus sebagai kendaraan umum masyarakat tentu menjadi keuntungan bagi daerah dalam meningkatkan pendapatan asli daerah. Apalagi, fasilitas yang telah disiapkan saat ini, kata dia, sudah memadai dibandingkan fasilitas sebelum-sebelumnya.
"Saya rasa tidak susah untuk mengajak para travel untuk diajak menjadi satu di terminal bus. Tinggal bagaimana membangun komunikasi kepada mereka (travel), mengenai kerjasamanya," tambahnya. (Adv)

Views: 916










.jpg)
