Breaking News
- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Anggota DPRD PPU Minta Pemkab Atasi Krisis Air Bersih di Desa Babulu Laut

Keterangan Gambar : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Andi Iskandar. (*)
ANALOGNEWS.id, PENAJAM - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Andi Iskandar, meminta Pemerintah Kabupaten segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi krisis air bersih yang melanda Desa Babulu Laut. Menurut Andi, akses air bersih di desa tersebut sangat sulit, terutama saat musim kemarau.
Warga Desa Babulu Laut selama ini sangat bergantung pada air hujan yang ditampung saat musim hujan. Namun, kondisi ini menjadi tantangan besar ketika memasuki musim kemarau, di mana cadangan air sangat terbatas.
“Mereka mengandalkan tampungan air di musim hujan, selain itu apalagi, kalau kemarau itu kan susah dan persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan sudah kita penuhi,” ujar Andi.
Andi menambahkan, bantuan untuk masyarakat sudah diajukan oleh kepala desa setempat, dan diharapkan pengadaan tandon air yang disediakan oleh dinas sosial akan segera terealisasi dalam minggu-minggu ini. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang kesulitan mendapatkan air bersih.
Krisis air bersih ini, menurut Andi, tidak hanya menambah beban warga tetapi juga mengancam kesehatan mereka. Ia menekankan bahwa akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi bagi setiap orang, termasuk warga di pesisir Babulu Laut.
Air tanah yang ada di pesisir Babulu Laut tidak bisa dimanfaatkan sebagai air minum karena kualitasnya yang tidak layak konsumsi sehari-hari.
“Kalau air bor di sana tidak bisa untuk konsumsi, hanya bisa digunakan untuk mandi dan mencuci,” ungkap Andi.
Sebagai langkah sementara, masyarakat di Desa Babulu Laut terpaksa membeli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, pembelian air ini menambah beban biaya hidup mereka, sehingga pengadaan tandon diharapkan dapat membantu menampung air saat musim hujan. (Adv)
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments










.jpg)
