- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Anggota DPRD PPU Minta Pemeliharaan PJU Dilakukan Secara Berkala
.jpg)
Keterangan Gambar : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU, Thohiron. (*)
ANALOGNEWS.id, PENAJAM - Anggaran besar yang mencapai miliaran rupiah telah dialokasikan oleh pemerintah daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) untuk pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU). Alokasi dana ini telah disalurkan ke sejumlah dinas, di antaranya Dinas Perhubungan serta Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan.
Namun, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU, Thohiron, mengingatkan agar perawatan berkala terhadap PJU tidak diabaikan demi keberlanjutan fungsinya.Thohiron menyoroti bahwa PJU yang menggunakan tenaga surya atau solar cell memerlukan perhatian khusus.
“Ya, yang namanya PJU ini kalau pakai solar cell, mestinya dia dirawat karena ada masa limit pemakaiannya. Kalau itu tidak dirawat ya pasti mati. Jadi sebaiknya dinas terkait memerhatikan hal ini supaya PJU tetap fungsional,” ungkap Thohiron.
Menurutnya, PJU bertenaga surya memiliki batas usia tertentu sehingga perlu pengecekan dan pemeliharaan berkala agar tetap berfungsi optimal dan tahan lama.
Thohiron mengingatkan bahwa perawatan PJU tidak boleh diabaikan, terutama mengingat anggaran besar yang telah diinvestasikan. Ia menilai, tanpa pemeliharaan yang tepat, intensitas cahaya PJU dapat berkurang sehingga tidak maksimal dalam memberikan penerangan bagi masyarakat.
“Jika setelah dipasang lalu mati dan tidak diurus, ya tidak perlu ada anggaran untuk itu lagi. Tapi karena sudah mengeluarkan modal besar, seharusnya dirawat secara berkala,” ujarnya.
Selain masalah teknis, Thohiron juga menyoroti kendala fisik yang bisa mengurangi fungsi PJU, seperti terhalangnya sinar lampu oleh pepohonan di sekitar tiang PJU. Menurutnya, pengecekan dan pemeliharaan rutin yang dilakukan oleh dinas terkait juga harus mencakup pemangkasan pohon atau pembersihan area di sekitar PJU yang bisa menghambat cahaya.
“Mestinya pihak terkait melakukan pemeriksaan secara rutin. Ya percuma saja ada PJU kalau terhalang pohon, cahayanya nggak tembus dan nggak bisa menerangi jalan,” tambahnya. (*)










.jpg)
